Sabtu, 20 Maret 2010

Kanker Prostat

Kanker Prostat
DEFINISI
Kanker Prostat adalah suatu tumor ganas yang tumbuh di dalam kelenjar prostat.

Kanker prostat sangat sering terjadi.
Pemeriksaan mikroskopis terhadap jaringan prostat pasca pembedahan maupun pada otopsi menunjukkan adanya kanker pada 50% pria berusia diatas 70 tahun dan pada semua pria yang berusia diatas 90 tahun.

Kebanyakan kanker tersebut tidak menimbulkan gejala karena penyebarannya sangat lambat.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, meskipun beberapa penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara diet tinggi lemak dan peningkatan kadar hormon testosteron.

Kanker prostat merupakan penyebab kematian akibat kanker no 3 pada pria dan merupakan penyebab utama kematin akibat kanker pada pria diatas 74 tahun.
Kanker prostat jarang ditemukan pada pria berusia kurang dari 40 tahun.

Pria yang memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker prostat adalah pria kulit hitam yang berusia diatas 60 tahun, petani, pelukis dan pemaparan kadmium.
Angka kejadian terendah ditemukan pada pria Jepang dan vegetarian.

Kanker prostat dikelompokkan menjadi:
Stadium A : benjolan/tumor tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik, biasanya ditemukan secara tidak sengaja setelah pembedahan prostat karena penyakit lain.
Stadium B : tumor terbatas pada prostat dan biasanya ditemukan pada pemeriksaan fisik atau tes PSA.
Stadium C : tumor telah menyebar ke luar dari kapsul prostat, tetapi belum sampai menyebar ke kelenjar getah bening.
Stadium D : kanker telah menyebar (metastase) ke kelenjar getah bening regional maupun bagian tubuh lainnya (misalnya tulang dan paru-paru).

GEJALA
Biasanya kanker prostat berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala sampai kanker telah mencapai stadium lanjut.

Kadang gejalanya menyerupai BPH, yaitu berupa kesulitan dalam berkemih dan sering berkemih.
Gejala tersebut timbul karena kanker menyebabkan penyumbatan parsial pada aliran air kemih melalui uretra.

Kanker prostat bisa menyebabkan air kemih berwarna merah (karena mengandung darah) atau menyebabkan terjadinya penahanan air kemih mendadak.

Pada beberapa kasus, kanker prostat baru terdiagnosis setelah menyebar ke tulang (terutama tulang panggul, iga dan tulang belakang) atau ke ginjal (menyebabkan gagal ginjal).
Kanker tulang menimbulkan nyeri dan tulang menjadi rapuh sehingga mudah mengalami fraktur (patah tulang).

Setelah kanker menyebar, biasanya penderita akan mengalami anemia.
Kanker prostat juga bisa menyebar ke otak dan menyebabkan kejang serta gejala mental atau neurologis lainnya.

Gejala lainnya adalah:
Segera setelah berkemih, biasanya air kemih masih menetes-netes
Nyeri ketika berkemih
Nyeri ketika ejakulasi
Nyeri punggung bagian bawah
Nyeri ketika buang air besar
Nokturia (berkemih pada malam hari)
Inkontinensia uri (beser)
Nyeri tulang atau tulang nyeri jika ditekan
Hematuria (darah dalam air kemih)
Nyeri perut
Penurunan berat badan.




DIAGNOSA
Cara terbaik untuk menyaring kanker prostat adalah melakukan pemeriksaan colok dubur dan pemeriksaan darah.
Colok dubur pada penderita kanker prostat akan menunjukkan adanya benjolan keras yang bentuknya tidak beraturan.
Pada pemeriksaan darah dilakukan pengukuran kadar antigen prostat spesifik (PSA), yang biasanya meningkat pada penderita kanker prostat, tetapi juga bisa meningkat (tidak terlalu tinggi) pada penderita BPH.

Jika pada pemeriksaan colok dubur ditemukan benjolan, maka dilakukan pemeriksaan USG.
Dengan melakukan rontgen atau skening tulang, bisa diketahui adanya penyebaran kanker ke tulang.

Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
Analisa air kemih
Sitologi air kemih atau cairan prostat
Biopsi prostat.

PENGOBATAN
Pengobatan yang tepat untuk kanker prostat masih diperdebatkan.
Pilihan pengobatan bervariasi, tergantung kepada stadiumnya:
Pada stadium awal bisa digunakan prostatektomi (pengangkatan prostat) dan terapi penyinaran
Jika kanker telah menyebar, bisa dilakukan manipulasi hormonal (mengurangi kadar testosteron melalui obat-obatan maupun pengangkatan testis) atau kemoterapi.

Pembedahan
Prostatektomi radikal (pengangkatan kelenjar prostat).
Seringkali dilakukan pada kanker stadium A dan B.
Prosedurnya lama dan biasanya dilakukan dibawah pembiusan total maupun spinal.
Sebuah sayatan dibuat di perut maupun daerah perineum dan penderita harus menjalani perawatan rumah sakit selama 5-7 harai.
Komplikasi yang mungkin terjadi adalah impotensia dan inkontinensia uri.
Pada penderita yang kehidupan seksualnya masih aktif, bisa dilakukan potency-sparing radical prostatectomy.

Orkiektomi (pengangkatan testis, pengebirian). Pengangkatan kedua testis menyebabkan berkurangnya kadar testosteron, tetapi prosedur ini menimbulkan efek fisik dan psikis yang tidak dapat ditolerir oleh penderita.
Orkiektomi adalah pengobatan yang efektif, tidak memerlukan pengobatan ulang, lebih murah dibandingkan dengan obat-obatan dan sesudah menjalani orkiektomi penderita tidak perlu menjalani perawatan rumah sakit.
Orkiektomi biasanya dilakukan pada kanker yang telah menyebar.

Terapi penyinaran

Terapi penyinaran terutama digunakan untuk mengobati kanker stadium A, B dan C.
Biasanya jika resiko pembedahan terlalu tinggi, maka dilakukan terapi penyinaran.

Terapi penyinaran terhadap kelenjar prostat bisa dilakukan melalui beberapa cara:
Terapi penyinaran eksterna, dilakukan di rumah sakit tanpa perlu menjalani rawat inap.
Efek sampingnya berupa penurunan nafsu makan, kelelahan, reaksi kulit (misalnya kemerahan dan iritasi), cedera atau luka bakar pada rektum, diare, sistitis (infeksi kandung kemih) dan hematuria.
Terapi penyinaran eksterna biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8 minggu.

Pencangkokan butiran yodium, emas atau iridium radioaktif langsung pada jaringan prostat melalui sayatan kecil.
Keuntungan dari bentuk terapi penyinaran ini adalah bahwa radiasi langsung diarahkan kepada prostat dengan kerusakan jaringan di sekitarnya yang lebih sedikit.

Obat-obatan
Manipulasi hormonal.
Tujuannya adalah mengurangi kadar testosteron.
Penurunan kadar testosteron seringkali sangat efektif dalam mencegah pertumbuhan dan penyebaran kanker.
Manipulasi hormonal terutama digunakan untuk meringankan gejala tanpa menyembuhkan kankernya, yaitu misalnya pada penderita yang kankernya telah menyebar.

Obat sintetis yang fungsinya menyerupai LHRH (luteinizing hormone releasing hormone), semakin banyak digunakan untuk mengobati kanker prostat stadium lanjut. Contohnya adalah lupron atau zoladeks.
Obat ini menekan perangsangan testis terhadap pembentukan testosteron (hal seperti ini disebut pengebirian kimiawi karena memiliki hasil yang sama dengan pengangkatan testis).
Obat diberikan dalam bentuk suntikan, biasanya setiap 3 bulan sekali.
Efek sampingnya adalah mual dan muntah, wajah kemerahan, anemia, osteoporosis dan impotensi.

Obat lainnya yang digunakan untuk terapi hormonal adalah zat penghambat androgen (misalnya flutamid), yang berfungsi mencegah menempelnya testosteron pada sel-sel prostat.
Efek sampingnya adalah impotensi, gangguan hati, diare dan ginekomastia (pembesaran payudara).

Kemoterapi
Kemoterapi seringkali digunakan untuk mengatasi gejala kanker prostat yang kebal terhadap pengobatan hormonal.
Biasanya diberikan obat tunggal atau kombinasi beberapa obat untuk menghancurkan sel-sel kanker.

Obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengobati kanker prostat adalah:
- Mitoxantronx
- Prednisone
- Paclitaxel
- Dosetaxel
- Estramustin
- Adriamycin.
Efek sampingnya bervariasi dan tergantung kepada obat yang diberikan.

Pemantauan

Apapun jenis pengobatan yang dijalaninya, penderita akan dipantau secara ketat mengenai perkembangan penyakitnya.
Pemantauannya meliputi:
Pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar PSA (biasanya setiap 3 bulan - 1 tahun).
Skening dan/atau CT scan tulang untuk mengetahui penyebaran kanker.
Pemeriksaan darah lengkap untuk memantau tanda-tanda dan gejala anemia.
Pemantauan tanda dan gejala lainnya yang menunjukkan perkembangan penyakit (misalnya kelelahan, penurunan berat badan, nyeri yang semakin hebat, penurunan fungsi usus dan kandung kemih serta kelemahan).


sumber : medicastore.com

Kamis, 04 Maret 2010

Tak Bersunat Meningkatkan Resiko Kanker Penis

Sunat dikatakan dapat membantu mengurangi risiko seperti penyakit menular seksual. Namun ternyata tak hanya itu. Sunat juga mengurangi risiko terkena kanker penis. Dengan kata lain, para pria yang tidak sunat berisiko terkena kanker penis.

Demikian diungkap Urolog Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais Jakarta Dr Rachmat B Santoso saat dihubungi melalui telepon, Jumat (15/5). “Penyebabnya adalah infeksi kronis pada orang yang tidak cirkumsisi (sunat),” kata Rachmat. Laki-laki yang juga berisiko adalah mereka yang pernah menderita herpes genitalis.

Persoalan utamanya adalah tidak higienisnya alat kelamin laki-laki karena kepalanya tidak terbuka. Kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis tidak terjamin kalau tidak sunat.

Gejala yang dijumpai pada orang yang kena kanker penis adalah adanya luka pada penis, luka terbuka pada penis, dan merasa nyeri pada penis bahkan terjadi pendarahan dari penis. Biasanya ini terjadi pada stadium lanjut. Ciri lain adalah tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil pada penis.

Pengobatan kanker penis bervariasi, tergantung kepada lokasi dan beratnya tumor. Cara pertama adalah penektomi atau pemotongan, bisa sebagian bisa juga total. Rachmat mengilustrasikan, jika panjang penis 10 sentimeter dan yang terkena kanker hanya ujung penisnya maka yang panjang penis yang dipotong 2-3 sentimeter. “Tapi, jika yang kena kanker tiga perempat panjang penis, apa boleh buat penisnya harus dipotong habis,” katanya. Cara yang lain bisa berupa kemoterapi dan terapi penyinaran.

Rachmat mengingatkan, penyakit ini tidak boleh dianggap remeh oleh para lelaki. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, kanker penis banyak menyerang usia produktif, 30 tahun sampai 50 tahun.

Meski tidak banyak menyerang pria, dalam setahun hanya ada 2-3 orang yang datang ke RS Dharmais, Anda, para pria harus hati-hati. “Tidak signifikan memang, tetapi sangat mengganggu integritas karena menyangkut kelaki-lakian seseorang,” pungkasnya.



Mengenal Usus Buntu / Apendistis

Apendisitis adalah merupakan peradangan pada usus buntu (apendiks) atau di kalangan masyarakan dikenal dengan penyakit usus buntu.

Usus buntu merupakan penonjolan kecil yang berbentuk seperti jari, yang terdapat di usus besar, tepatnya di daerah perbatasan dengan usus halus. Apendisitis sering terjadi pada usia antara 10-30 tahun. Usus buntu sendiri mungkin memiliki beberapa fungsi pertahanan tubuh, tapi bukan merupakan organ yang penting.

PENYEBAB

Penyebab apendisitis belum sepenuhnya dimengerti.
Pada kebanyakan kasus, peradangan dan infeksi usus buntu mungkin didahului oleh adanya penyumbatan di dalam usus buntu. Bila peradangan berlanjut tanpa pengobatan, usus buntu bisa pecah.

Usus buntu yang pecah bisa menyebabkan :
- masuknya kuman usus ke dalam perut, menyebabkan peritonitis, yang bisa berakibat fatal
- terbentuknya abses
- pada wanita, indung telur dan salurannya bisa terinfeksi dan menyebabkan penyumbatan pada saluran yang bisa menyebabkan kemandulan
- masuknya kuman ke dalam pembuluh darah (septikemia), yang bisa berakibat fatal.

GEJALA

Apendisitis memiliki gejala kombinasi yang khas, yang terdiri dari mual, muntah dan nyeri yang hebat di perut kanan bagian bawah.
Nyeri bisa secara mendadak dimulai di perut sebelah atas atau di sekitar pusar, lalu timbul mual dan muntah.

Setelah beberapa jam, rasa mual hilang dan nyeri berpindah ke perut kanan bagian bawah. Jika dokter menekan daerah ini, penderita merasakan nyeri tumpul dan jika penekanan ini dilepaskan, nyeri bisa bertambah tajam.

Demam bisa mencapai 37,8-38,8 derajat Celsius.

Pada bayi dan anak-anak, nyerinya bersifat menyeluruh, di semua bagian perut.
Pada orang tua dan wanita hamil, nyerinya tidak terlalu berat dan di daerah ini nyeri tumpulnya tidak terlalu terasa.

Bila usus buntu pecah, nyeri dan demam bisa menjadi berat.
Infeksi yang bertambah buruk bisa menyebabkan syok.

DIAGNOSA

Pemeriksaan darah menunjukan jumlah sel darah putih agak meningkat, sebagai respon terhadap infeksi.

Biasanya, pada stadium awal apendisitis, pemeriksaan-pemeeriksaan seperti foto rontgen, CT scan, dan USG kurang bermanfaat.

Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan gejalanya.

PENGOBATAN

Pembedahan segera dilakukan, untuk mencegah terjadinya ruptur (peca), terbentuknya abses atau peradangan pada selaput rongga perut (peritonitis).

Pada hampir 15% pembedahan usus buntu, usus buntunya ditemukan normal. Tetapi penundaan pembedahan sampai ditemukan penyebab nyeri perutnya, dapat berakibat fatal. Usus buntu yang terinfeksi bisa pecah dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gejalanya timbul. Bahkan meskipun apendisitis bukan penyebabnya, usus buntu tetap diangkat. Lalu dokter bedah akan memeriksa perut dan mencoba menentukan penyebab nyeri yang sebenarnya.

Pembedahan yang segera dilakukan bisa mengurangi angka kematian pada apendisitis.
Penderita dapat pulang dari rumah sakit dalam waktu 2-3 hari dan penyembuhan biasanya cepat dan sempurna.

Usus buntu yang pecah, prognosisnya lebih serius. 50 tahun yang lalu, kasus yang ruptur sering berakhir fatal. Dengan pemberian antibiotik, angka kematian mendekati nol.

Waspada! 30 Penyakit Akibat Pemanasan Global

BERDASARKAN Data Organisasi Kesehatan dunia (WHO) tercatat ada sebanyak 30 penyakit baru yang muncul sepanjang tahun 1976-2008 akibat perubahan iklim dan pemanasan global.

Munculnya penyakit ini akibat temperatur suhu panas bumi yang terus meningkat. Yang paling jelas kelihatan adalah penyakit demam berdarah, kolera, diare, disusul virus ebola yang sangat mematikan. Menurut WHO, masalah kesehatan akibat pemanasan global ini lebih dirasakan oleh negara-negara berkembang yang sebagian masih miskin karena minimnya dana sehingga tak mampu lagi melaksanakan berbagai program persiapan dan tanggap darurat.

Untuk mengatasi dampak buruk perubahan iklim terhadap kesehatan manusia itu, tidak bisa dilakukan sendiri oleh masing-masing negara. Upaya itu baru akan berhasil jika dilakukan melalui kerja sama global, seperti misalnya meningkatkan pengawasan dan pengendalian penyakit-penyakit infeksi, memastikan penggunaan air tanah yang kian surut, dan mengoordinasikan tindakan kesehatan darurat.

Itu semua penting dilakukan karena perubahan iklim ini jelas-jelas akibat dari kegiatan manusia yang tak peduli terhadap keseimbangan alam, yang kemudian berimplikasi serius terhadap kesehatan publik. Selain menyebabkan gangguan kesehatan, perubahan iklim juga mengakibatkan berbagai bencana alam yang sangat besar.

Jangan ragu, ayo selamatkan bumi sekarang juga! Mulailah dari hal sederhana yang bisa Anda dan keluarga lakukan, misalnya menghemat listrik dan air, mengurangi penggunakan kantong plastik, memilah-milah sampah sesuai jenisnya, dan sebagainya.

Sumber: Okezone

Kenapa Kurang Minum Berpengaruh ke Ginjal?

Hampir setiap hari kita mendengar orang menyerukan untuk meminum air 8 gelas per hari atau setara dengan 2 liter air putih. Apa kaitannya kurang minum dengan kesehatan ginjal?

Dikutip dari Ayushveda.com, Rabu (22/7/2009) air putih dapat membantu melancarkan metabolisme dalam tubuh dengan cara mengubah makanan menjadi energi. Air berperan sebagai bahan bakar untuk mendorong reaksi kimia metabolisme. Jika tidak minum cukup air, maka tidak dapat membakar kalori secara baik.

Kurang mengkonsumsi air akan membuat tubuh mengambil air dari komponen yang lebih dekat yaitu darah. Karena kandungan air dalam darahnya diambil maka darah akan menjadi kental, sehingga distribusi darah ke seluruh tubuh akan terganggu.

Kondisi inilah yang sangat berpengaruh bagi ginjal, karena ginjal akan susah untuk menyaring racun dalam darah yang kental. Makanya banyak orang yang terkena gangguan ginjal jika kurang minum air putih.

Air putih memiliki banyak sekali manfaat, jika dikonsumsi secara tepat dalam arti tidak kurang dan juga tidak berlebihan. Manfaat air putih yang sudah jamak adalah menghilangkan dahaga, mencegah dehidrasi, dan menggantikan cairan dalam tubuh yang hilang lewat keringat, urine atau saat kita bernafas.

Selain itu air putih juga bisa berperan untuk detoksifikasi tubuh, karena banyak zat yang mudah larut dalam air, sehingga zat-zat pengganggu tersebut akan keluar dari tubuh dengan bantuan air melalui urine. Air putih juga berperan sebagai alat transportasi untuk membawa nutrisi dari sistem pencernaan ke beberapa bagian tubuh.

Secara psikologis air putih bisa membuat kita tenang, pada saat kita gugup, stres, atau terganggu, minumlah air putih secara perlahan-lahan akan dapat membuat kita tenang kembali. Meskipun belum dapat diketahui apa yang menyebabkan air putih bisa membuat kita tenang.

Jumlah air yang menurun dalam tubuh, akan membuat fungsi organ-organ tubuh kita juga akan menurun, dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, dan virus. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh.

Asupan air yang dibutuhkan tubuh sebanyak 2-2,5 liter per hari, asupan ini sudah termasuk yang berasal dari makanan, minuman, hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.

Jika berada diruang ber AC dianjurkan untuk mengkonsumsi air putih lebih banyak lagi, karena udara yang dingin akan membuat tubuh cepat dehidrasi. Selain itu meminum air putih juga bisa membuat kulit tidak cepat kering. Dan yang pasti air putih juga bisa mendorong energi agar kita tidak lemas.

Sumber: detikcom

Bahaya di Balik Minuman Soda Berlabel 'Nol Kalori'

Asupan kalori yang berlebih bisa menyebabkan berat badan bertambah. Itulah teori yang dipakai produsen minuman bersoda rendah kalori untuk menjual produknya. Tapi tahukah Anda bahwa minuman soda berlabel 'nol kalori' pun sebenarnya berbahaya?

Dengan memanfaatkan kesadaran masyarakat yang mulai memikirkan asupan kalori, produsen minuman soda pun berlomba-lomba membuat produk yang rendah kalori bahkan tidak berkalori. Itulah sebabnya, di luar sana minuman soda nol kalori sangat populer dan banyak dikonsumsi.

Sebagai perbandingan saja, 1 kaleng minuman soda biasa mengandung 143 kalori, sedangkan 1 kaleng minuman soda nol kalori hanya mengandung 1 kalori. Kedengarannya seperti menyehatkan bukan?

Tapi jika Anda cermat dan teliti melihat komposisinya di kemasan produk, terdapat perbedaan yang besar antara minuman soda biasa dan nol kalori. Minuman soda nol kalori mengandung aspartam atau pemanis buatan, sementara minuman soda bisa menggunakan gula asli.

Aspartam memiliki rasa manis 180 hingga 200 kali lebih tinggi daripada gula biasa. Dalam regulasi yang dibuat oleh Food and Drug Administration (FDA), aspartam diperbolehkan penggunaannya untuk jenis minuman penurun berat badan.

Namun ternyata beberapa studi menunjukkan efek samping yang berbahaya dari aspartam, meliputi pusing-pusing, sakit kepala, perubahan mood dan reaksi pada kulit, bahkan kalori rendah pun masih bisa meningkatkan berat badan.

Dikutip dari That's Fit, Selasa (1/9/2009), sebuah studi menyebutkan bahwa ketika seseorang mengonsumsi sesuatu yang rendah kalori, dalam otaknya akan tertanam asumsi tidak apa-apa mengonsumsinya terus-terusan karena kalorinya kecil.

Dengan demikian, nafsu makan pun akan terstimulasi dan Anda akan makan lebih banyak lagi. Mengonsumsi minuman manis juga membuat seseorang ketagihan dan ingin mengonsumsi lagi dan lagi.

Sebetulnya tidak ada soda yang sehat, meskipun itu nol kalori sekalipun. Sedikit sekali nutrisi yang terkandung di dalamnya, jadi tidak ada untungnya mengonsumsinya. Ada baiknya Anda memilih air putih, jus, teh atau minuman lain yang lebih sehat ketimbang minuman bersoda.

Sumber: detikcom

TB dan Asma Jelas Banyak Bedanya

Asma dan tuberkulosis (biasa disingkat TBC atau TB) merupakan gangguan pernapasan yang banyak diderita masyarakat Indonesia. Meski keduanya berbeda, masih banyak orang yang menyangka asma dan TB saling berkaitan. Banyaknya masalah kesehatan yang berkaitan dengan paru membuat kebanyakan orang menilai sama tiap gangguan yang timbul.

"Dari gejalanya saja sudah berbeda. Asma menyebabkan penderitanya sulit bernapas atau napasnya jadi pendek-pendek, sedangkan gejala khas TB adalah batuk yang tak kunjung berhenti dan berkeringat cukup banyak di malam hari," kata Dr. Mukhtar Ikhsan, Sp.P(K), MARS, ahli kesehatan paru dari RS Internasional Bintaro.

Penyebab dan penularan kedua penyakit ini juga berbeda. TB bisa ditularkan lewat udara yang terkontaminasi kuman Mikobakterium tuberculosis akibat ada penderita TB aktif yang melepaskan bakteri lewat batuk atau lendir yang dibuang sembarangan.

Janin juga bisa tertular TB lewat ibunya sebelum atau selama proses persalinan karena menghirup udara yang mengandung bakteri. Di beberapa negara terbelakang dan berkembang cukup banyak anak yang tertular TB karena minum susu yang tidak disterilkan.

Sementara itu, asma terjadi karena faktor keturunan, bukan ditularkan. "Bila salah satu atau kedua orangtua, kakek, atau nenek menderita asma, bisa jadi orang tersebut menderita asma juga," ujarnya.

Asma tidak menular

"Barangkali asma disangka penyakit menular karena sering ditemukan dalam satu keluarga ada lebih dari satu penderita asma. Asma adalah penyakit keturunan. Jika orangtua asma, besar kemungkinan anaknya juga asma. Tambah lagi, akibat sesak napas, pasien jadi sering batuk. Sekilas gejalanya jadi mirip TB," tutur Prof. DR. Dr. Heru Sundaru, Sp.PD, KAI, dari FKUI yang menaruh perhatian pada penyakit asma.

Ada hal menarik yang dijabarkan Prof. Heru mengenai asma. Ternyata asma bisa dihindari meski kedua orangtua mengidap asma. "Kuncinya adalah faktor lingkungan. Anak yang dititipkan atau dibesarkan kepada orang lain atau dengan lingkungan yang berbeda bisa terhindar dari serangan asma," sebutnya.

Asma biasanya hanya kambuh Jika terangsang oleh suatu zat atau benda yang menjadi pemicu, seperti debu, asap rokok, bulu binatang, asap kendaraan, kelelahan.

Hal lain yang membedakan adalah TB bisa menyerang berbagai organ lain dalam tubuh. Jadi tidak hanya jaringan paru yang diserang dan dirusak. Mulai dari tulang hingga otak bisa terinfeksi bakteri penyebab TB, sedangkan asma pada dasarnya menyerang paru saja. "Sebenarnya asma tidak merusak paru secara langsung, melainkan hanya membuat saluran udara paru membengkak karena reaksi alergi terhadap sesuatu. Akibatnya penderita susah bernapas," imbuh Dr. Mukhtar.

Sama-sama bisa balik

Karena penyebab dan gejalanya berbeda, pengobatan keduanya pun berbeda. Pada asma, pengobatan bertujuan untuk mengurangi gejala sesak. "Obat hanya untuk melegakan saluran pernapasan karena asma tidak dapat disembuhkan. Asma hanya dapat dikontrol tingkat serangannya. Obat bisa berupa semprot seperti ventolin atau diinjeksi," ujarnya.

Pada kasus TB, penderita dapat sembuh total dengan obat jenis antibiotika. Dengan catatan, si penderita mengikuti semua petunjuk ahli medis dan minum obat sampai habis. Pengobatan TB makan waktu lama. Agar penderita sembuh benar, diperlukan waktu enam hingga sembilan bulan masa terapi.

"Kendalanya, seringkali pasien merasa kondisinya sudah baik, jadi tidak melanjutkan terapi obat. Bisa juga pasien bosan minum obat. Hal itu sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kuman TB kebal terhadap obat yang pernah diberikan. Jika sudah demikian, pengobatan TB akan lebih sulit dan memakan waktu serta biaya lebih banyak lagi," paparnya.

Ada satu kesamaan antara asma dan TB, yaitu sama-sama bisa kembali kapan saja ketika penderitanya lengah. Tidak ada jaminan seseorang yang sudah sembuh dari TB akan bebas dari serangan TB selanjutnya. "Ikuti pola hidup dan pola makan yang sehat untuk mencegah kembalinya TB," katanya.

Untuk penderita asma, sebaiknya jaga kondisi tubuh jangan sampai terlalu lelah dan hindari faktor pencetus.

Yang ringan Saja

Selain mengatur pola hidup dan pola makan, olahraga sering dijadikan salah satu terapi untuk mengatasi berbagai penyakit. Orang dengan tuberkulosis (biasa disingkat TBC atau TB) atau asma juga sebaiknya tetap berolahraga.

Prinsipnya, seperti diungkapkan oleh Dr. Michael Triangto, Sp.KO, ahli olahraga dan kesehatan dari Slim + Health Sports Therapy, olahraga untuk kedua penyakit ini hampir sama, yakni disesuaikan dengan kondisi tubuh pasien. "Jika pasien mampu melakukan olahraga yang menguras energi seperti futsal dan basket, silakan saja," ujar Dr. Michael.

Ia menjelaskan, olahraga yang cocok untuk penderita asma dan TB yang sudah parah dan mengalami gangguan napas cukup parah adalah yang sifatnya aerobik. Olahraga jenis aerobik merupakan aktivitas fisik yang menggunakan oksigen sebagai sumber energi dan dilakukan dengan gerakan yang seimbang dan berulang, misalnya jalan cepat.

"Olahraga jenis aerobik juga terbukti bisa mengoptimalkan kerja organ tubuh, utamanya paru," ucapnya.

Durasi atau berapa lama aktivitas fisik ini juga bergantung pada kondisi pasien. Tidak harus setiap hari. Cukup tiga sampai lima kali seminggu dengan durasi 30 menit.

Jika kurang nyaman untuk berjalan kaki di lingkungan rumah, cobalah beraktivitas aerobik ringan di tempat kebugaran. "Misalnya yoga dan pilates untuk pemula ataupun berjalan di atas treadmill. Sebelum olahraga, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan ahlinya," katanya.

Olahraga bagi pengidap TB harus lebih ringan daripada pengidap asma. Alasannya, penderita TB sudah mengalami kerusakan jaringan pada paru-paru. "Jaringan paru penderita TB sudah banyak yang tidak sehat. Otomatis asupan oksigen pun berkurang. Kalau asupan oksigen berkurang, pasien bisa cepat ngos-ngosan ketika beraktivitas. Harusnya olahraga 'kan bikin sehat, bukan menyiksa diri. Karena itu, olahraga yang dilakukan haruslah ringan dan bertujuan untuk mengoptimalkan asupan oksigen yang seadanya tersebut untuk seluruh tubuh," paparnya.

Kondisinya berbeda dengan penderita asma yang "hanya" mengalami penyempitan pada saluran pernapasan. Itupun hanya ketika kambuh, tidak setiap saat.

Wajib Pantang Rokok

Banyak masalah paru yang disebabkan rokok, termasuk tuberkulosis (biasa disingkat TBC atau TB) dan asma. Perokok yang mengidap asma terbukti lebih sering mengalami kekambuhan. Rokok menyebabkan iritasi pada saluran udara dan dipenuhi lendir, sehingga serangan asma lebih sering terjadi dan lebih sulit dikontrol meskipun dengan obat-obatan. Risiko kerusakan paru juga mengintai pengidap asma yang merokok.

Bagaimana dengan TB?

Masih banyak perokok yang menyangkal kaitan rokok dengan TB. Memang jawabannya tidak selalu benar, tapi banyak penelitian yang membuktikan hal itu.

Penelitian oleh Hsien-Ho Lin dari Harvard School of Public Health, Amerika Serikat, membuktikan hubungan antara kebiasaan merokok dengan risiko infeksi dan kematian akibat TB. Dari seratus orang yang diteliti, ditemukan yang merokok tembakau dan menderita TB sebanyak 33 orang dan perokok pasif yang menderita TB sebanyak lima orang.

Penelitian lain yang dilakukan di Afrika Selatan menunjukkan kaitan antara perokok pasif dan meningkatnya risiko penularan mikrobakterium tuberkulosis. Di AS, orang yang telah merokok 20 tahun atau lebih ternyata 2,6 kali lebih sering menderita TB daripada yang tidak merokok. Kebiasaan merokok juga meningkatkan mortalitas akibat TB sebesar 2,8 kali.

Indonesia belum memiliki data pasti mengenai hal itu. Semestinya angkanya besar, mengingat Indonesia menduduki peringkat tiga untuk jumlah perokok di dunia setelah India dan Cina.

"Meski demikian, tidak ada tindakan tegas dari pemerintah untuk melarang perokok. Memang ada undang-undang yang melarang merokok di tempat umum, tapi pelaksanaannya tidak tegas. Bea cukai yang rendah makin membuat rokok mudah diakses siapa saja," kata Prof. Dr. Faisal Yunus, Sp.P(K), FCCP, Ph.D, ahli penyakit paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta.

Sifat masyarakat Indonesia juga masih malu terhadap perokok. Ia mencontohkan dalam sebuah bus kota sering dijumpai perokok yang cuek mengisap rokok meskipun banyak orang di sekitarnya tidak suka.

"Harusnya kelompok yang lebih besar itu bisa menang melawan seorang perokok. Kita sering malu menegur. Tegur saja, tak usah ragu atau malu. Kita ada di pihak yang benar kok, kan ada aturan pemerintahnya. Kalau pemerintah belum bisa memberi tindakan tegas, kita saja yang bertindak tegas terhadap Perokok," katanya.

Sumber: Senior

Selasa, 02 Maret 2010

Pegagan : Dari Penumpas TBC Sampai Peningkat Daya Ingat

Penulis : Dra. Lucie Widowati, M.Si.Apt; peneliti pada Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional, Jakarta. 

Seorang teman bercerita, betapa frustrasinya ia menumpas tuberkulosis (TB) paru-paru. Digempur pakai obat-obatan medis, si penyakit tetap saja eksis. Ia juga panik, karena katanya, bakteri TB bisa kebal terhadap gempuran obat yang diracik apotik. Untunglah, saat nyaris frustrasi, ia “menemukan” pegagan dan kawan-kawan. 

Menjalani “takdir” sebagai penderita TB paru-paru memang tak gampang. Jika tidak ulet, alih-alih sembuh, pasien bisa mati bosan. Maklum, proses penyembuhan TB, selain cukup sulit, juga makan waktu lama, berkisar 3 - 6 bulan. Itu pun dengan catatan, pasien berdisiplin minum obat dan rajin memeriksakan diri ke dokter.

Lamanya pengobatan itulah - apalagi jika disertai kendala biaya - yang kerap menyebabkan pasien frustrasi. Ya frustrasi minum obat, ya bosan menanggung derita. Padahal, disiplin minum obat menjadi faktor penentu dalam proses penyembuhan. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan bakteri TB resisten terhadap beragam obat konvensional, termasuk obat kombinasi.

Dengan kata lain, pasien TB sebenarnya dilarang keras menoleransi kata bosan, apalagi sampai putus asa. Itu sebabnya, buat teman tadi, perjumpaan dengan pegagan dan kawan sejawatnya menjadi sangat berarti. Paling tidak, ia merasa tak “sendiri” lagi menghadapi tuberkulosis. Ketika banyak sanak saudara dan handai taulan menjauh lantaran takut tertular, pegagan dan kawan-kawan menjadi teman paling setia.

Yang paling penting, harga mereka murah dan tak membuat kantung cekak jika dikonsumsi dalam kurun waktu lama.

Mematikan dan bikin bosan

Tuberkulosis pertama kali diketahui keberadaannya tahun 1882 oleh ahli bakteri Jerman, Robert Koch. TB tergolong penyakit menahun nan mematikan.

Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (KRT, 1995), sebagai penyebab kematian secara umum, TB menduduki peringkat ketiga setelah penyakit kardiovaskuler dan infeksi saluran napas. Namun, khusus di kelas penyakit infeksi, ia ada di posisi nomor satu.

TB umumnya dipicu oleh perumahan yang kurang sehat, terutama di tempat yang memiliki tingkat hunian sangat padat. Bisa juga lantaran makanan yang disantap kurang bergizi, serta kurangnya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan. TB ditandai oleh hadirnya bakteri tahan asam bernama mikobakteria tuberkulosis yang memiliki sifat rada beda dari kuman lain pada paru-paru.

Sifat-sifat berbeda itu di antaranya cepat mati bila terkena sinar Matahari, cepat mati jika berada dalam air mendidih, dan akan mati setelah 24 jam terkena cairan karbol 5%. Namun sebaliknya, basil tuberkulosis dapat hidup berminggu-minggu dalam ludah, di tempat yang sejuk, dan berbulan-bulan di tempat yang gelap. Ia juga dapat dengan mudah menular lewat hidung atau mulut.

Penderita TB paru-paru, seperti yang terjadi pada teman tadi, merasa badannya lemah dan nafsu makan berkurang. Timbul batuk yang kadang disertai darah (awalnya cuma sedikit), muka pucat dan berat badan terus berkurang, serta suhu badan naik terutama pada petang dan malam hari. Selain itu, pada malam hari penderita sering mengeluarkan keringat, kadang suaranya berubah menjadi parau atau serak.

Dengan suara parau, teman tadi terus bercerita, termasuk pertemuannya dengan seorang kawan lain yang membawa pencerahan. Kata teman sang teman, mengandalkan obat-obat medis memang tidak salah, tapi melengkapinya dengan meminum air rebusan tumbuhan berkhasiat layak dicoba. “Kalau Tuhan mengizinkan, bisa sembuh lebih cepat,” jelasnya.

Sejak itu, asa teman tadi tumbuh kembali. Ia mencoba mencari tahu, beragam tanaman obat yang telah diteliti oleh berbagai institusi penelitian maupun perguruan tinggi di Indonesia. Ia mendapati, ternyata cukup banyak tanaman obat yang secara empiris telah dikenal masyarakat. Beberapa tumbuhan yang sempat tercatat, antara lain pegagan, singawalang, bunga tembelekan, dan bumbu tali.

Menghambat & menghancurkan

Pegagan atau nama kerennya Centella asiatica itu tumbuhan liar yang ada di dataran rendah, sampai sekitar 2.500 m di atas permukaan air laut.

Secara empiris, biasa digunakan sebagai tonik, antiinfeksi, antirematik, penenang, mempercepat penyembuhan luka, dan diuretik. Berbagai penelitian telah dilakukan guna mendukung manfaat empirisnya.

Misalnya, penelitian yang merujuk pegagan sebagai antiinflamasi, antioksidan, antitumor, atau untuk meningkatkan daya ingat (susunan saraf pusat), eksem (luka terbuka), dan hepatitis. Hal itu berkaitan dengan kandungan senyawa yang dimiliki pegagan, yaitu asiaticiside, thankuniside, medecassoside, brahmoside, brahminoside, madastic acid, vitamin B1, B2, dan B6.

Penduduk asli India dan Malaysia konon suka menanam dan menyimpan pegagan dalam bentuk ready stock, agar siap digunakan sewaktu-waktu. Oleh warga dua bangsa itu pegagan lazim disimpan dalam bentuk kering untuk mengobati beragam penyakit. Terkadang mereka juga membuat jus daun segar, yang diminum untuk menghilangkan pusing ringan.

Dari berbagai penelitian in vitro terhadap pegagan menemukan kemampuannya menghancurkan berbagai bakteri penyebab infeksi, seperti Staphylococcus aureus, Escherechia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, dan sejenisnya. Sementara dalam bentuk infus atau ekstrak etanol, tumbuhan ini dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Laorpuksa A. dan kawan-kawan dalam penelitian pada 1988 membuktikan, estrak air pegagan dapat melawan bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran napas. Sementara Herbert D. dan kawan-kawan dari Tuberculosis Research Center di India mencoba efek pegagan pada bakteri tuberkulosis H37Rv secara in vitro. Hasilnya, pegagan tidak langsung berefek pada bakteri tuberkulosis. Namun, Herbert menyarankan penelitian lebih lanjut terhadap senyawa aktif asiaticoside.

Feeling Herbert terbukti benar. Berdasarkan penelitian lanjutan, senyawa aktif pegagan itu ternyata dapat melawan Mycobakterium tuberculosis dan Bacillus leprae (Oliver-Bever, 1986). Penelitian berikutnya yang dilakukan Walter H. Lewis juga menyatakan, pegagan termasuk kelompok tanaman yang menghasilkan zat seperti antibiotika dan asiaticoside.

Keampuhan pegagan juga telah diuji coba oleh Boeteau P. dan kawan-kawan, yang menginokulasi binatang percobaan marmut dengan bakteri basilus tuberkulosis selama 15 hari. Injeksi 0,5 ml 4% asiaticoside yang diberikan pada marmut, terbukti dapat mengurangi jumlah lesi tuberkular di paru-paru, hati, dan limpa. Senyawa asiaticoside membuat pegagan tak hanya dapat menghambat pertumbuhan bakteri tuberkulosis, tapi juga berpotensi sebagai imunomodulator - peningkat daya tahan tubuh.

Secara empiris, pemanfaatan pegagan untuk membasmi tuberkulosis paru-paru dapat dilakukan dengan berpedoman pada resep berikut. Cuci 30 - 60 g pegagan segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, dan diminum 3 kali sehari. Untuk TB kulit, lumatkan pegagan, kemudian tempelkan pada bagian yang sakit. Kajian etnobotani di Bogor.

Masih ada sejawat pegagan yang bermanfaat serupa. Singawalang (Pertiveria alliacea), menurut R. Indra Pandu Gunawan, yang melakukan kajian etnobotani di salah satu kampung di Bogor, Jawa Barat, juga dapat digunakan untuk mengobati tuberkulosis. Kesimpulan itu diambilnya setelah masyarakat di kampung yang diteliti itu sukses menggunakan singawalang untuk mengobati batuk darah akibat TB.

Weniger B. pada 1988 pun menyatakan, masyarakat Haiti, Republik Dominika, telah sejak lama memanfaatkan tanaman ini untuk mengobati radang paru-paru. Singawalang sendiri merupakan tanaman berbentuk semak, tingginya bisa mencapai 1 m. Secara empiris, singawalang sering digunakan untuk peluruh kencing, peluruh dahak, peluruh keringat, dan pereda kekejangan.

Penelitian in vitro memang menunjukkan, singawalang mampu melawan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Namun, penelitian langsung pada bakteri tuberkulosis belum dilakukan. Dosis pemanfaatan singawalang: 5 lembar daun yang telah dicuci bersih ditumbuk sampai halus. Hasil tumbukan diseduh dengan air panas, dibubuhi garam dan gula merah secukupnya. Aduk sampai larut, saring dan minum setelah dingin. Frekuensi meminumnya dua kali sehari.

Masih ada lagi yang namanya bunga tembelekan (Lantana camara). Tumbuhan ini dapat hidup secara liar atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Perdu setinggi 0,5 - 4 m dan berbau ini secara empiris berkhasiat meredakan demam, penawar racun, penghilang nyeri, dan penghenti perdarahan. Ia tumbuh di dataran rendah sampai 1.700 m di atas permukaan laut.

Untuk melawan tuberkulosis paru-paru dengan batuk darah, digunakan bunga tembelekan kering sebanyak 6 - 10 g, direbus dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa separuh. Setelah dingin, air rebusan itu disaring, dibagi untuk 3 kali minum (pagi hari, siang, dan sore) masing-masing setengah gelas.

Jangan lupakan juga tanaman bambu tali (Asparagus cochinchinensis). Tumbuhan asal Cina, Jepang, dan Korea itu tingginya dapat mencapai 1,5 m. Daunnya berwarna hijau, berbentuk helai panjang, runcing, dan halus. Bagian yang digunakan untuk obat adalah umbinya. Untuk mengatasi penyakit tuberkulosis yang disertai batuk darah, digunakan 6 - 12 g umbi kering bambu tali, direbus dalam 1,5 gelas air. Air rebusannya diminum dalam keadaan hangat dua kali sehari, sampai penyakit sembuh.

Obat “hati”

Kalau mau digali lagi, sebenarnya masih banyak tumbuhan - berdasarkan pengalaman empiris nenek moyang - dipercaya dapat digunakan untuk memerangi TB.

Salah satunya daun legundi (Vitex negundo L). Untuk menggunakannya, 3/5 genggam daunnya dicuci, lalu direbus dengan air bersih sebanyak 3 gelas makan, sampai air rebusannya tinggal 3/4 gelas saja. Sesudah dingin, disaring lalu diminum dengan madu seperlunya. Frekuensi minumnya 3 kali sehari.

Ada lagi serbuk biji pronojiwo (Euhrseta horfieldii Benn). Untuk pengobatan diperlukan 3/4 sendok teh serbuk biji pronojiwo, diseduh dengan air panas sebayak 1/2 cangkir dan madu 1 sendok makan. Dalam keadaan suam-suam kuku, ramuan diminum 3 kali sehari. Atau bunga kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis L). Ramuannya, 3 kuntum bunga kembang sepatu dicuci bersih, lalu digiling halus, diberi air masak 1/2 cangkir dan madu 1 sendok makan, kemudian diperas dan disaring. Ramuan diminum tiga kali sehari.

Bisa juga dicoba bidara upas (Merremia mammosa). Ambilah 1/3 jari bidara, dicuci bersih lalu diparut, diberi air masak 1 sendok makan dan madu 2 sendok teh, diperas dan disaring. Obat alami ini diminum tiga kali sehari.

Terakhir, daun gandapura (Gaultheria fragrantissima). Diperlukan 1 sendok makan serbuk kering daun gandapura. Bahan itu diseduh dengan air panas 3/4 cangkir dan madu 1 sendok makan. Seduhan diminum dalam keadaan suam-suam kuku. Frekuensinya 3 kali sehari.

Melihat begitu banyaknya alternatif, teman saya jelas makin girang. Kini ia tidak hanya lebih optimistis menyikapi hidup, tapi juga lebih telaten merawat tanaman-tanamannya, terutama tanaman pegagan dan kawan-kawan. Buat sang teman, mereka bukan hanya andalan baru untuk mengusir TB paru-paru, tapi juga mengisi sepi dan mengusir frustrasi.

Catatan :

Satu Tanaman Lain Sebutan Pegagan dikenal juga sebagai daun kaki kuda (Jakarta), antanan gede (Sunda), kori-kori (Halmahera), kolotidi menora (Ternate), gagan-gagan, gangagan, kerok batok, pantegowang, panigowang, rendeng (Jawa).

Nama lain bunga tembelekan adalah bunga pagar atau kayu Singapura. Di Sunda kerap disebut kembang satek, saliyara, tai ayam atau tai kotok. Sedangkan di Jawa kadang disebut oblo, puyengan, pecengan, atau waung.

Bambu tali atau bambu apus suka juga disebut awi tali (Sunda), deling apus, deling tangsul, jajang pring (Jawa) atau tiing tali, tiing tlantan (Bali). Tumbuhan lainnya, legundi, punya nama alias gendarasi (Palembang) atau langgundi (Minangkabau). Sedangkan bidara upas kerap disebut blanar (Jawa) atau hailale (Ambon).

Selasa, 16 Februari 2010

Fakta Tentang Susu

Lemak susu tidak membahayakan tubuh. Hanya 35 persen yang diduga menaikkan kolesterol. Sebesar 65 persen tidak memiliki efek buruk pada kesehatan seperti asam lemak inoleat terkonjugasi pada lemak susu berfungsi menghambat pembentukan tumor, menurunkan beberapa resiko degeneratif dan kronis (kanker, hipertensi, diabetes) dan meningkatkan sistem pertahan tubuh. Sedangkan asam butirat pada lemak susu memiliki daya cerna tinggi dan sebagai anti kanker usus besar dan mendukung pertumbuhan bakter baik (prebioti) yang sumber utamanya adalah lemak susu.

Fesfolipid yang terdapat dalam susu terdiri dari, diantaranya, fosfatidil kolin (lesitin) dan sphingomyelin, fosfatidil inositol dan fosfatidil serin, yang berfungsi sebagai pelindung mukosa usus terhadap bakteri patogen. Fosfolipid ini merupakan bagian terbesar penyusun otak, jaringan saraf, hati, otot, jantung dan sperma berfungsi sebagai antikanker.

Dalam susu terdapat kolesterl sebanyak 13 mg/100 ml (dalam ASI sebanyak 10-140 mg/100 ml). Kolesterol ini sebagai prekursor pembentukan asam empedu, hormon steroid, vitamin D dan otak serta berperan penting dalam sintesis DNA dan pembelahan sel.

Sedangkan arachidonic acid (AA) pada susu adalah prekursor dan asam lemak utama eicosanoid. Docoso hexaenoic acid (DHA) sebagai pembentuk membran dalam proses myekinisasi sistem saraf dan lipida utama dalam otak. AA dan DHA ini berfungsi memelihara fungsi sel-sel otak dalam pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf pusat dan sintesis prostaglandin.

Gula susu yaitu laktosa memiliki energi 2 kali besar daripada monosakarida dan meningkatkan daya cerna kalsium.

Sulit Tidur Tanda Awal Depresi

Derap kesibukan di kota besar, serba cepat, cenderung tidak mengenal waktu dan sangat kompleks serta padat membuat orang-orang di kota besar cenderung lebih rawan mengalami gangguan depresi, apalagi jika dibandingkan dengan kehidupan orang di desa.

Parahnya lagi adalah gangguan kejiwaan yang satu ini berkaitan dengan ketahanan seseorang terhadap stres. Sementara, orang dari daerah yang pindah ke kota -untuk sekolah atau bekerja- harus pintar-pintar menyesuaikan diri. Masa adaptasinya tiga bulan. Jika dalam jangka waktu tersebut sukses hidup di perkotaan tanpa kehilangan jati dirinya, ke depan dia akan mudah menjalani hidup di kota besar.

Sementara, ada beragam gejala depresi. Tahap ringan umumnya ditunjukkan dengan susah tidur dan malas makan. Selain itu, orang yang biasanya mudah bergaul menjadi pendiam. Sehingga, dia suka mengurung diri atau mengisolasi diri. Bisa juga menjadi anhedonia (kehilangan minat). Sedangkan tahap sedang terjadi saat pengidap depresi mulai ada keinginannya untuk mengakhiri hidupnya. Tahap berat terjadi jika seseorang mulai memikirkan cara dan sarana untuk melakukan bunuh diri. Berhati-hatilah, perhatikan diri Anda!

Jika seseorang mulai menceritakan rencana untuk bunuh diri, maka sebaiknya orang sekitar harus tanggap. Kalau sudah begitu, kerabat atau sahabat berusaha mengarahkan orang itu untuk berpikiran positif. Kalau tidak mampu, harus diajak untuk konsultasi ke psikolog atau psikiater.

Ada beberapa solusi mencegah depresi memberat. Jika jenuh dengan lingkungan kerja, tak ada salahnya beristirahat atau cuti. Mungkin, perlu wisata ke tempat favorit bersama keluarga atau teman. Jika depresi karena kedodoran dengan ritme kerja, solusinya membuat jadwal secara sistematis. Kalau terjadwal dengan baik, hidup lebih teratur dan enak. Yang tak kalah penting adalah selalu berpikiran positif. Itu dilihat dari sisi mental. Kalau dari sisi fisik, cukupi nutrisi.

Apalagi, hampir semua makanan antidepresi rasanya enak. Antara lain, cokelat, es krim, susu hangat, teh chamomile, pisang, avokad, kismis, dan sayuran hijau yang segar.

Ada banyak sekali zat yang terkandung dalam cokelat. Salah satunya, merangsang keluarnya endorpin. Endorpin meningkatkan rasa gembira dan mengurangi stres. Kalsium dan magnesium yang terkandung dalam es krim, kismis, avokad, pisang, dan susu juga menguntungkan. Efeknya, menenangkan, mengurangi ketegangan otot, menurunkan tekanan darah, memperbaiki tidur, dan relaksasi.

Sayuran hijau kaya vitamin B. Vitamin ini adalah elemen yang membantu pembuatan hormon penenang seperti serotonin dan dopamin. Kekurangan vitamin B6 membuat orang mudah nervous, lekas marah, bahkan depresi.

Kamis, 11 Februari 2010

RAMUAN HERBAL UNTUK PENYAKIT GANGGUAN NAFSU MAKAN

1. Ramuan I


Bahan-bahan

Seperempat genggam bunga pepaya gantung, setengah jari rimpang lempuyang gajah, tiga biji kapulaga, setengah jari rimpang jahe, tiga batang cabai jawa, satu jari akar kelengkeng, dan tiga gula aren. 


Cara membuat

Semua bahan kecuali gula aren dicuci lalu direbus dalam empat gelas air sampai mendidih dan airnya tersisa tiga gelas. Setelah dingin, air rebusannya disaring.


Cara memakai

Ramuan ini diminum tiga kali sehari dengan dosis setengah gelas sekali minum.


2. Ramuan II


Bahan-bahan

Satu genggam daun pepaya muda yang masih segar dan satu sendok makan madu.


Cara membuat

Daun pepaya muda dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Hasilnya dimasukkan ke dalam satu gelas air matang yang hangat lalu ditambahkan madu. Setelah itu, diperas dan disaring. 


Cara memakai

Ramuan ini diminum tiga kali sehari dengan dosis setengah gelas sekali minum.


3. Ramuan III


Bahan-bahan

Satu batang brotowali dan setengah jari temu hitam.


Cara membuat

Kedua bahan dicuci bersih lalu direbus dalam tiga gelas air hingga tersisa satu setengah gelas.


Cara memakai

Ramuan ini diminum dua kali sehari dengan dosis setengah gelas sekali minum.


4. Ramuan IV


Bahan-bahan

Setengah jari rimpang jahe merah, tiga perempat genggam bunga pepaya, seperempat genggam daun samjikata, tiga perempat rimpang lempuyang, tiga buah kapulaga, tiga batang cabai jawa, satu jari akar kelengkeng, dan tiga jari gula aren. 


Cara membuat 

Semua bahan dicuci bersih kecuali gula aren. Setelah itu, semua bahan ditumbuk halus, kemudian direbus dalam empat gelas air hingga tersisa tiga gelas. Setelah dingin, rebusan ini disaring.


Cara memakai

Hasil saringan dijadikan obat dan diminumkan kepada penderita tiga kali sehari, sebanyak tiga perempat gelas setiap kali minum.

Senin, 08 Februari 2010

KHASIAT KANGKUNG

Berikut ini beberapa kegunaan kangkung (Ipomoea sp.) dalam pengobatan alternative

1. Wasir

Ambil akar kangkung sebanyak 3 gengam, cuci, lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tinggal separonya. Saring setelah dingin dan minum 2 kali sehari, masing-masing ¾ gelas.

2. Bisul

Cuci 20 lembar daun kangkung, lalu masukan. beri air garam secukupnya. kompreskan pada bisul, lalu balut. lakukan 2 kali sehari.

3. Cacar Air

Sediakan ½ genggam akar kangkung yang dicuci bersih dan 2 gelas air. Masukkan akar kangkung kedalam air, lalu rebus hingga airnya tersisa ¾ bagian. Setelah dingin air disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing ¾ gelas.

4. Frambusia (Patek/Paru)

Penyakit yang menyerang kulit ini dinamakan frambusia karena bentuk dari segala yang ditimbulkan mirip dengan buah frambos. Penyakit yang banyak terjadi ditempat-tempat yang sukar mendapatkan air bersih ini mudah menular. Untuk mengobatinya, sediakan ¾ akar kangkung, cuci bersih, lalu rebus dengan air sebanyak 3 gelas. Biarkan mendidih dan airnya tinggal ¾ bagian. Setelah dingin, saring, lalu minum 3 kali sehari masing-masing ¾ gelas.

5. Ketombe

Ambil daun kangkung segar secukupnya, lalu rendam dalam air semalam hingga airnya tampak kebiruan. Bisa juga kangkung diremas-remas terlebih dahulu sebelum direndam. air inilah yang digunakan untuk keramas keesok harinya.

6. Melancarkan Air Seni.

Siapkan 1 genggam akar kangkung, cuci bersih, dan rebus dalam 2 gelas air. Biarkan mendidih dan airnya tinggal separuhnya. Jika sudah dingin disaring, lalu diminum sekaligus 1 kali sehari

7. Mengurangi Haid.

Ambil 500 gram daun kangkung segar, beri sedikit air, lalu gerus sampai halus. Setelah itu saring dan tambahkan 1sdm madu. Minum ramuan tersebut 1 kali sehari dan ulangi salama 6 hari atau sampai sembuh.

8. Mimisan.

Ambil 1 ikat kecil daun kangkung segar, cuci bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit gula, lalu seduh dengan air panas. Jika sudah dingin, saring, dan minum 2 kali sehari.

9. Pusing Sebelah.

Sediakan segenggam daun kangkung, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan air secukupnya dan sedikit garam, lalu saring dan tambahkan madu. Ramuan tersebut diminum 1 kali sehari.

10. Sakit Gigi 

Dapatkan 1 genggam akar kangkung, lalu tambahkan ½ sdt cuka. Rebus dengan 1 gelas air. Setelah dingin, saring dan gunakan airnya untuk kumur.

11. Sariawan

Daun kangkung secukupnya dicuci, dilumatkan, dan ditambah 1 gelas air dan sedikit garam. Selanjutnya, diperas dan disaring, dan airnya digunakan untuk kumur.

12. Sembelit

Ambil ½ genggam daun kangkung segar, cuci bersih, lalu kukus sebentar. Daun kangkung kukus ini dapat langsung dimakan sebagai kuluban. Lakukan 2 kali sehari.

13. Susah Tidur

Sediakan 1 genggam batang dan daun kangkung, lalu tumis. Tumisan kangkung dapat dimakan bersama-sama dengan nasi. Lakukan 2 kali sehari.

14. Urat Saraf Lemah (Neurasthenia)

Siapkan 1/3 genggam daun kangkung, 1/4 genggam batang kangkung dan ¼ genggam akar kangkung setelah dicuci, semua bahan ditumbuk sampai halus. Tambahkan ½ cangkir air masak dan 1 sdm madu. Saring dan air perasannya diminum. lakukan 3 kali sehari.

Sabtu, 06 Februari 2010

mengenal TBC

Apa itu Tuberculosis ?

Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri “Mycobacterium tuberculosis “. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Kuman ini dapat menyerang semua bagian tubuh manusia, dan yang paling sering terkena adalah organ paru (90%). Di Indonesia, TBC adalah penyebab kematian ke-2 setelah penyakit jantung dan pembuluh darah lainnya. Selain dari itu Indonesia adalah negara ke-3 di dunia yang mempunyai penderita TBC terbanyak setelah Cina dan India. TBC banyak terdapat di kalangan penduduk dengan kondisi sosial ekonomi rendah dan menyerang golongan usia produktif (15-54 tahun). Sekitar 3/4 pasien TBC adalah golongan usia produktif. TBC membunuh lebih banyak kaum muda dan wanita dibandingkan dengan penyakit menular lainnya. Di seluruh dunia terdapat sekitar 2-3 juta orang meninggal akibat TBC setiap tahunnya. Sesungguhnya kematian akibat TBC dapat dihindari. Setiap tahun sebesar 1% dari seluruh penduduk dunia sudah tertular oleh kuman TBC (walaupun belum terjangkit oleh penyakitnya).

Bagaimana TBC menular? 

TBC menular melalui udara apabila orang yang membawa TBC dalam paru-paru atau tenggorokan batuk, bersin, atau berbicara, lalu kuman dilepaskan ke udara. Apabila orang lain menghirup kuman ini mereka mungkin terinfeksi. TBC dapat menular ke semua orang dan yang menularkan adalah mereka yang di dalam dahaknya terdapat kuman TBC. Kebanyakan orang mendapat kuman TBC dari orang yang sering berada dekat dengan mereka, seperti anggota keluarga, teman, atau rekan sekerja. Pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. TBC tidak menular melalui barang dan peralatan rumah, misalnya sendok garpu, periuk, gelas, seprai, pakaian atau telepon, jadi tidak diperlukan barang dan peralatan baru untuk kegunaan sendiri.

Apakah “infeksi TBC”?

Infeksi TBC berarti bahwa kuman TBC berada dalam tubuh meskipun tidak aktif. Seringkali, setelah kuman TBC memasuki badan, kekebalan tubuh mengontrol kuman tersebut. Namun, kuman ini masih hidup dalam tubuh bertahun-tahun lamanya dalam bentuk tidak aktif. Sewaktu kuman TBC tidak aktif, kerusakan tidak timbul, dan penyakit tidak dapat ditularkan kepada orang lain. Orang demikian “terinfeksi“, meskipun tidak sakit. Bagi kebanyakan orang (90%) kuman ini akan tetap tidak aktif. Satu-satu caranya seseorang dapat mengetahui apakah telah terinfeksi adalah jika ada hasil positif untuk tes kulit khusus.

Kapan “infeksi” menjadi “penyakit” ?

Mungkin juga, kuman TBC tidak aktif berubah menjadi aktif kendati setelah bertahun-tahun. Hal ini sering terjadi apabila kekebalan tubuh dilemahkan, akibat usia lanjut, penyakit parah, peristiwa yang menimbulkan stres, penyalahgunaan narkotik atau alkohol, infeksi HIV (virus yang menyebabkan penyakit AIDS) atau penyakit-penyakit lain. Apabila kuman TBC yang tidak aktif berubah menjadi aktif, kuman tersebut berkembang biak dan mungkin merusakkan paru-paru atau bagian tubuh yang lain. Jika kuman TBC menjadi aktif, penyakit TBC bisa timbul. Hanya sekitar 10% orang yang terinfeksi dengan kuman TBC akan mendapat penyakit TBC.

Gejala Penyakit TBC

Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik.

Gejala sistemik/umum:
Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. 
Penurunan nafsu makan dan berat badan. 
Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah). 
Perasaan tidak enak, mudah lelah. 

Gejala khusus:
Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara “mengi”, suara nafas melemah yang disertai sesak. 
Jika ada cairan di rongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada. 
Jika mengenai tulang, akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah. 
Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran, dan kejang-kejang. 

Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala, TBC dapat terdeteksi jika diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan–5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.

Tes-tes yang biasa dilakukan untuk TBC:
Tes Kulit Tuberkulin (Tes Mantoux) menunjukkan apakah seseorang mungkin terinfeksi.
Rontgen X-ray dada dapat menunjukkan apakah ada kesan-kesan TBC pada paru-paru.
Tes dahak menunjukkan apakah ada kuman TBC dalam dahak yang dibatukkan.

Apa saja yang harus diperiksa untuk penyakit TBC?
Anamnesis (riwayat penyakit, keluhan) dan pemeriksaan klinis
Tes Mantoux untuk mengetahui apakah pernah terinfeksi atau belum (terutama pada anak-anak)
Pemeriksaan sputum atau dahak mikroskopik dan biakan
Pemeriksaan foto rontgen paru
Pemeriksaan laju endap darah
Uji Tuberkulin

Pengobatan TBC
Minum obat dengan teratur dan benar sesuai dengan anjuran dokter selama 6 bulan berturut-turut tanpa terputus. Jenis, jumlah, dan dosis obat yang cukup serta teratur dalam menjalankan proses pengobatan.Bila minum obat tidak teratur maka dapat berakibat kuman TBC tidak mati, tumbuh resistensi obat, kuman menjadi kebal sehingga penyakit TBC sulit sembuh.
Makan makanan yang baik dengan gizi yang seimbang
Istirahat yang cukup
Berhenti merokok, hindari minum minuman beralkohol, dan obat bius
Anggota keluarga ikut aktif dalam memperhatikan si penderita dalam meminum obatnya secara teratur dan benar
Dianjurkan meminum obat dalam keadaan perut kosong (pagi)

Mengapa harus melakukan pemeriksaan rutin?

Pemeriksaan rutin harus dilakukan bagi penderita penyakit TBC, agar dapat memantau kemajuan pengobatan, mengetahui ada atau tidak adanya efek samping obat, memeriksa kesehatan, dan memberikan informasi yang diperlukan.

Bagaimana cara pencegahan penyakit TBC?
Minum obat secara teratur sampai selesai 
Menutup mulut waktu bersin atau batuk 
Tidak meludah di sembarang tempat 
Meludah di tempat yang kena sinar matahari atau di tempat yang diisi sabun atau karbol/lisol

Untuk keluarga:
Jemur tempat tidur bekas penderita secara teratur 
Buka jendela lebar-lebar agar udara segar & sinar matahari dapat masuk sebab kuman TBC akan mati bila terkena sin
ar matahari
Imunisasi pada bayi
Meningkatkan daya tahan tubuh dengan makanan bergiziTBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan, untuk mencapai hal tersebut penderita dituntut untuk minum obat secara benar sesuai yang dianjurkan oleh dokter serta teratur untuk memeriksakan diri ke klinik/puskesmas.

Apakah TBC dapat kambuh kembali ?

Anda dapat terkena TBC kembali bahkan setelah dinyatakan sembuh. Hal ini dapat terjadi bila kontak dengan penderita TBC lainnya masih ada, dan kondisi fisik serta lingkungan anda mendukung penyebaran penyakit.

Minum Teh Lebih Sehat dari Air Putih


Minum teh tiga atau empat cangkir perhari ternyata sama baiknya dengan minum air putih biasa. Bahkan dengan meminum teh, Anda akan mendapatkan manfaat ekstra untuk kesehatan. Pendapat tim ahli gixi masyarakat pimpinan Dr. Carne Ruxton dari Kings College London, Inggris, ini dimuat dalam European Journal of Clinical Nutrition . 

Tim juga menampik anggapan selama ini bahwa teh dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan. Padahal, teh juga memberikan asupan cairan pada tubuh (rehidrasi) seperti halnya air putih, bahkan teh mampu mencegah penyakit jantung serta sejumlah kanker. Pasalnya teh mengandung flavonoids
yang dipercaya mampu meningkatkan kesehatan. Zat tersebut ermasuk antioksidan polifenol yang biasa terdapat pada sejumlah makanan dan tumbuhan, dan diyakini mampu membantu mencegah kerusakan sel

"Jadi, minum teh jelas lebih baik daripada minum air putih. Air putih menggantikan cairan. Sedangkan teh menggantikan cairan sekaligus mengandung antioksidan sehingga ada dua keuntungan," kata Dr. Ruxton.

Beberapa penelitian sebelumnya mendukung pendapat mengenai keuntungan meminum teh tersebut. Bahkan selain mencegah penyakit jantung dan kanker, teh juga mampu melindungi gigi dari pembusukan sekaligus memperkuat tulang. “Teh juga mengandung florida, yang berarti baik untuk gigi,” jelas Dr. Ruxton.

Sejauh ini memang tidak ada bukti bahwa mengkonsumsi teh tidak baik untuk kesehatan. Memang ada penelitian yang menyebutkan bahwa teh mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan. Ini berarti, orang yang beresiko menderita anemia harus menghindari minum teh sekitar jam makan.

Mengenai manfaat teh ini, Claire Williamson dari British Nutrition Foundation mengatakan, "Memang, bukti pada manusia tidak terlalu kuat sehingga perlu penelitian lebih banyak. Namun, jelas ada manfaat polifenol bagi kesehatan, dalam hal mengurangi resiko penyakit seperti penyakit jantung dan kanker".

"Dalam hal asupan cairan, kami merekomendasikan 1,5 sampai 2 liter perhari dan itu bisa termasuk teh. Teh tidak bersifat mendehidrasi. Ini minuman sehat," kata Williamson.

MEROKOK, SENGSARA DIBALIK "NIKMAT"

Seringkali kita mendengar sebagian orang, kerabat, saudara, atau bahkan kita sendiri, sulit menghentikan kebiasaan merokok. Alasannya, merokok memberikan kenikmatan, bahkan manfaat tersendiri bagi 'penggemar'nya sehingga berat rasanya untuk ditinggalkan. Tapi, benarkah kenikmatan merokok membawa manfaat?


BERMULA SEBAGAI OBAT

Menurut sejarahnya, bahan dasar rokok yaitu tembakau, memang digunakan sebagai obat. Christoper Columbus, penjelajah dan penemu benua Amerika, dalam jurnalnya 
mencatat bahwa tembakau pertama kali digunakan oleh penduduk asli Amerika Selatan untuk pengobatan.

(Cari, ada apa di tembakau?)


REKAYASA KIMIA

Soal manfaat 'positif ' rokok bagi para perokok ini juga diakui dokter spesialis paru-paru, Dr. Pradjna Paramita, Sp.P. Menurut dokter yang juga aktivis Yayasan Asma, Jakarta ini, memang banyak perokok yang merasakan peningkatan konsentrasi, mood, kemampuan belajar, mengurangi stress dan lelah, serta kemampuan memecahkan masalah saat mengisap sebatang rokok.

Namun nikotin, seperti halnya obat doping pada umumnya, sebenarnya juga zat kimia beracun, bahkan sangat beracun. Dosis 60 mg pada orang dewasa dapat mematikan karena menyebabkan kegagalan pernapasan. Tapi pada rokok masalah utamanya bukan nikotin, karena dosisnya sudah dibuat seaman mungkin untuk sekadar menciptakan efek ketagihan.

DR. Jeffrey S. Wigand, mantan Wakil Presiden Penelitian dan Pengembangan Brown & Williamson (B&W) Tobacco Corporation, AS, mengatakan, saat ini komposisi rokok bukan lagi sekadar campuran antara tembakau dan cengkih - cengkihnya malah sudah hilang sama sekali - melainkan ada semacam rekayasa kimia ammonia yang ditingkatkan keasamannya. Rekayasa ini membuat nikotin dalam tembakau jadi lebih cepat diserap oleh paru-paru, dan akhirnya akan berefek ke otak dan system syaraf.

Presiden lembaga swadaya masyarakat "Smoke-Free Kids" ini juga menemukan efek penambahan citarasa yang membahayakan paru-paru, yaitu unsur gliserol. Bahan yang terbuat dari lemak hewani/nabati (rasanya manis) dan dicampurkan pada tembakau sebagai pelembab, tapi bila dibakar, gliserol ternyata berubah unsur kimiawinya menjadi acrolein (zat asam yang amat tajam). Zat ini, menurut American Council on Science and Health, dapat menyebabkan peradangan paru-paru yang memicu kanker paru.

Tak heran bila data statistik WHO yang dipublikasikan tanggal 28 Mei 2002 menyebutkan bahwa aktivitas merokok telah membunuh 1 dari 10 orang dewasa di dunia tiap tahun, dan itu setara 4 juta kematian perokok. Bahkan jika trennya tak berubah, tahun 2030 nanti ajal akan menjemput 1 dari 6 perokok.

Jangan Anggap Sepele Kesemutan!

Kesemutan, atau kebas, adalah “gejala” yang hampir pernah dialami oleh semua orang. Biasanya kesemutan menyerang apabila kita terlalu lama diam, atau berada dalam satu posisi tertentu, misalnya duduk sambil melipat kaki untuk waktu yang lama, atau tangan tertindih badan pada saat tidur. Kalau sudah kesemutan, biasanya lama-lama terasa kebal, atau bahkan ngilu, namun akan berangsur-angsur hilang jika kita mulai menggerak-gerakkan bagian tubuh yang kesemutan tersebut. Karena sifatnya easy-come-easy-go, maka kita cenderung menganggap kesemutan adalah hal “biasa”, padahal kesemutan justru bisa jadi pertanda adanya hal-hal yang tidak biasa. Lho kok bisa? 

Rangsang listrik terhambat 

Kesemutan umumnya memang mudah hilang saat bagian tubuh yang kesemutan dikibas-kibaskan atau digerakkan perlahan. Namun ada pula kesemutan yang tidak hilang sendiri. Apabila seseorang mengalami kesemutan di satu bagian tubuh, kemudian menjalar ke bagian tubuh lain di sekitarnya, dan kemudian memperburuk fungsi-fungsi tubuh lainnya, bisa jadi itu adalah manifestasi tumor di bagian depan otak. Sebuah penyakit amat serius dengan gejala awal sepele. 

Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala manifestasi dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh dengan sebab macam-macam. Yang paling sederhana, misalnya, jalan darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk terlalu lama. Pada orang sensitif, tidur miring terlalu lama saja dapat menyebabkan kesemutan. Juga duduk dengan siku ditekuk. 

Sistem saraf sensorik mempunyai prosedur kerja baku . Stimulus berupa sentuhan, tekanan, rasa sakit, dan suhu panas atau dingin diterima oleh reseptor di kulit, yang lalu dikirimkan ke saraf tepi, lalu masuk ke dalam susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang. Di sini stimulus diteruskan ke atas sampai ke thalamus (pusat penyebaran utama impuls-impuls sensoris). Dari sini stimulus dikirimkan ke kulit otak ( cerebral cortex ). Baru pada saat inilah apa yang dirasakan tadi disadari oleh si individu. 

Kalau ada gangguan dalam jalur sensori baku tadi, timbullah kesemutan. Kesemutan yang tidak disertai gejala-gejala lain biasanya menandakan adanya gangguan pada reseptor di kulit atau pada cabang-cabang saraf tepi. Namun kita mesti lebih waspada jika ada gejala lain di luar kesemutan, seperti dialami Tanto. Bukan hanya kelumpuhan, kesemutan bisa juga disertai gangguan penglihatan, pendengaran, gabungan keduanya, atau lainnya. Kalau ada tumor di otak selain gejala kesemutan atau tebal tadi, ada juga sakit kepala, muntah-muntah, dan kelumpuhan kecil.

Kesemutan sebagai bagian dari gejala penyakit sebenarnya tahap paling awal dari suatu proses kehilangan rasa. Kalau tahap paraesthesia (kesemutan) sudah terlampaui, pasien meningkat pada hypaesthesia (baal) sampai akhirnya mengalami anaesthesia (hilang rasa sama sekali). 

Maka bila kesemutan tak hilang hanya dengan dikibaskan, bila tadinya hanya terasa di dua jari kemudian di semua jari, lalu merambat ke tangan; bila tadinya hanya terjadi sekali-sekali namun kini hampir tiap hari, atau bila kesemutannya telah meningkat menjadi baal, itu saatnya kita pergi ke dokter.


Defisiensi vitamin

Kesemutan bisa merupakan gejala penyakit serius, tetapi bisa juga hanya akibat sampingan. Orang yang terlalu banyak berbaring atau kurang gerak, entah karena sakit, lemah, atau obesitas, bisa juga menderita kesemutan akibat bagian-bagian tertentu tubuhnya terus-menerus tertekan. Bahkan penciutan otot bisa juga terjadi. Kasus yang dinamakan neuropathy tekanan ini sering dijumpai pada pasien TBC kronik dan stroke yang lumpuh sebelah dan kurang mendapat perawatan fisioterapi. Istilah neuropati sendiri berkaitan dengan segala macam penyakit, radang atau kerusakan yang menimpa saraf tepi. 

Pada pasien jantung, kesemutan tak cuma muncul akibat neuropati tekanan, namun dapat juga timbul karena komplikasi jantung dengan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si pasien menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan, ada bekuan darah menempel, yang kemudian terbawa aliran darah ke atas, sehingga terjadi embolic cerebral . Bila sumbatan di otak itu kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Bila daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan juga disertai kelumpuhan. 

Pada penderita stroke yang terjadi juga mirip. Bila yang terserang sistem motorik, ia lumpuh. Namun, bila yang terserang sistem sensorik, yang ia rasakan hanya kesemutan atau baal sebelah. Namanya sensoric stroke . 

Bagaimana dengan anak-anak? Bila suatu kali Buyung mengeluh, "Ujung-ujung jariku seperti dirambati banyak semut, lalu belakangan 'semut-semut' itu seperti merambat ke atas," besar kemungkinan kesemutan anak ini akibat kekurangan vitamin. Biasanya ini diderita anak-anak yang agak besar. Kesemutan pada anak-anak jarang terjadi, karena jaringan sarafnya masih fleksibel dan anak-anak biasanya lebih aktif bergerak. 

Sebagai efek sampingan obat, kesemutan dapat juga timbul, misalnya bila mengkonsumsi INH (obat TBC) atau furadatin (obat infeksi). Di samping itu, kesemutan juga dapat disebabkan oleh faktor imunologi. Poly neuroradiculopathy mengenai akar-akar saraf yang masuk atau meninggalkan tulang belakang dan terjadi karena ada zat-zat tertentu di dalam tubuh yang tidak dapat ditoleransi oleh tubuh. 

Pada orang dewasa, kadang-kadang kesemutan itu didahului oleh flu berat. Kesemutan itu semakin menghebat, naik dari ujung jari menjalar sampai ke pusar. Gejalanya berkembang menjadi rasa tebal. Lalu penderita sukar berjalan. Ini gejala radang sumsum tulang belakang, yang terjadi karena serangan virus, biasanya cytomegalovirus . 

Bila terjadi infeksi di tulang belakang, bisa dari pusar ke bawah tak dapat digerakkan. Penderita tak dapat mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dinamakan myelitis (radang sumsum tulang belakang). Tergantung pada kerusakannya, penyakit ini dapat disembuhkan total, dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh. 

Maka menghadapi pasien kesemutan, dokter selalu akan menyelidiki bagian tubuh yang mengalami kesemutan, luasnya, tempat awal kesemutan, dan perkembangan kesemutan itu sejak awal. Semua informasi ini akan menunjukkan penyebab masalah. Barangkali pada saraf tepi, pada otot, sumsum tulang belakang, atau bahkan otak.


Diabetes pun bisa 

Lucunya, ada orang-orang yang memang condong gampang kesemutan. Bisa karena ia pada dasarnya sensitif. Namun bisa juga hanya karena ia terlampau kurus, sehingga sarafnya bertonjolan. Para penggemar minuman keras pun ada yang akrab dengan kesemutan, bila takaran alkohol yang merasuki tubuhnya sudah terlalu banyak. Soalnya, alkohol merusak metabolisme vitamin B. Pada saat yang bersangkutan kekurangan vitamin B1, timbullah neuropati. Tentu saja, karena vitamin ini salah satu unsur yang diperlukan untuk penghantaran rangsang listrik pada saraf. Dalam hal ini neuropati terjadi bukan karena tekanan, tetapi karena fungsi saraf terganggu. 

Seorang pasien datang berkonsultasi kepada dokter. Ia mengeluh kesemutan di tangan, pada tiga ujung jari. Kesemutan itu makin lama makin keras dan digantikan rasa tebal. Saat diraba, ditemukan saraf membesar karena pembengkakan. Bagi si dokter, barangkali informasi terakhir inilah yang dianggap krusial, karena menunjukkan saraf pasien diserang oleh kuman lepra. Ia pun diberi obat-obatan untuk lepra dan baru sembuh setelah 2,5 - 3 tahun. Kesemutannya hilang sama sekali, meski pun ototnya jadi agak mengecil. 

Rematik juga menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Untuk pegang kancing saja di pagi hari saat berpakaian rasanya tak enak. Namun, di siang hari gejala-gejala itu hilang. Gejala kesemutan karena rematik hilang sendiri bila rematiknya sembuh. Berbeda dengan neuropati diabetes yang pengobatannya membutuhkan waktu 6 bulan - 1 tahun. Karena di sini kesemutan itu tergolong concomitant disease , penyakit yang menyertai, ia harus diobati secara tersendiri. 

Timbulnya neuropati pada penderita diabetes tidak tergantung pada kadar gula darah, tetapi pada lamanya si penderita mengidap diabetes. Semakin lama "jam terbang"-nya sebagai penderita diabetes, semakin tinggi kemungkinan "semut-semut" itu muncul. Jadi bisa saja seorang penderita merasakan kesemutan meskipun diabetesnya sendiri terkontrol dengan baik. Yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas (seperti kecabean), kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari. 

Bagi mereka yang tidak punya "bakat" khusus untuk kesemutan atau mengidap penyakit tertentu yang salah satu gejalanya kesemutan, ada kiat sederhana bila ingin terhindar dari kesemutan. Hindari posisi tubuh yang tidak enak, seperti nonton TV sambil tiduran atau menulis di lantai sambil tengkurap atau nungging. Bila duduk menulis, duduklah di kursi dengan pantat merapat ke belakang dan punggung lurus menempel pada sandaran. Dengan sendirinya, pilihlah kursi yang ergonomik. 

Namun mereka yang terlalu sensitif sehingga gampang kesemutan pun dapat mengurangi kecenderungannya dengan berolah raga secara kontinyu, sambil tetap menjaga sikap tubuh yang baik, mempertahankan pola makan sehat, dan menghindari stres. Ternyata dalam hal kesemutan pun kita tidak terhindar dari resep klasik yang telah diajarkan ayah ibu dan kakek-nenek kita. Ingin jauh dari kesemutan, jauhilah penyakit dengan melakukan hal-hal yang menyehatkan. Cukup sederhana bukan?

Manfaat Susu Kambing bagi Kesehatan

SUNNAH SUSU KAMBING DITINJAU DARI SISI ISLAM
Maka makanlah yang halal lagi toyyib dari rezeki yang telah diberikan oleh Allah kepadamu,dan syukurilah nikmat Allah,jika kamu hanya kepadaNYA menyembah (QS.16:114).
Kebanyakan kaum muslimin baru tiba pada tahap halal, belum sampai pada tahapan thoyyib(baik), padahal kita tidak bisa memisahkan pada tahap halal saja namun standart kethoyyiban juga perlu sebagaimana kedudukan sholat wajib dan mendirikan zakat yang diperintahkan oleh Allah bersama sama dalam sebuah ayat (QS. 2:83, 5:12, 19:55 dan 21:73) untuk menunjukkan pentingnya hal kedua yang tidak dapat dipisahkan dari yang pertama. maka semestinya pengetahuan makan dan minum yang thoyyibpun tidak bisa dipisahkan dari yang halal.maka hendaknya kita tidak berpuas diri dengan mengetahui makan dan minuman yang halal saja,melainkan hendaknya kita menambah pengetahuan kita akan kethoyyiban makanan dan minuman halal, termasuk susu.
 
SUNNAH SUSU KAMBING DITINJAU DARI SISI MEDIS DAN KEILMUAN
Penelitian medis yang dilakukan oleh departement fisiologis university Granada telah mengungkapkan bahwa susu kambing mempunyai lebih bayak manfaat bagi kesehatan dibandingkan susu sapi, dua sifat yang dimiliki susu kambing adalah:
membantu mencegah anemia kekurangan zat besi
membantu mencegah penghilangan mineral pada tulang atau pelunakkan tulang (demineralisasi) osteporosis
menurut peneliti pangan kami yang sangat memperhatikan pengaruh pola makan terhadap kesehatan serta tumbuh kembang bayi dan balita serta orang tua dan proses timbul dan sembuhya penyakit, telah membuktikan bahwa susu sapi KECUALI SUSU KAMBING Adalah bahan makanan yang paling banyak menimbulkan lendir didalam tubuh manusia, ingat penelitian yang dikembangkan universitas IPB Bogor yang dalam penelitiannya mengatakan: didalam kandungan susu formula sapi untuk bayi dan anak anak ditemukan bakteri enterosakazaki, yang menyebabkan bayi diare dan muntah muntah.
Diantara gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari mengkonsumsi susu sapi pada sebagian anak anak adalah kegemukan, asma, infeksi paru paru, pilek alergi dan tuberkolosis, meskipun pada umumnya para dokter atau ahli gizi berpendapat bahwa susu sapi dapat menjadi bahan makan sunberberbagai macam antibody untuk melawan penyakit.
 
KELEBIHAN SUNNAH SUSU KAMBING
Susu kambing dilaporkan telah banyak digunakan sebagai susu pengganti susu sapi ataupun bahan pembuatan makananbagi bayi bayi yang alergi terhadap susu sapi. Alergi pada saluran pencernaan bayi dilaporkan dapat berangsur angsur disembuhkan setelah minum susu kambing.
Dilaporkan bahwa sekitar 40% pasien yang alergi terhadap protein susu sapi memiliki toleransi yang baik terhadap susu kambing.pasien tersebut kemungkinan besar sensitif terhadap lactoglubolin yang terkandung pada susu sapi. Diduga protein susu(lactoglubolin yang paling bertanggung jawab terhadap kejadian alergi protein susu.
Susu kedelai sering pula digunakan sebagai salah satu alternatif pengganti susu pada bayi yang alergi terhadap susu sapi,walaupun demikian,masih terdapat sekitar 20-50% dari bayi yang diteliti memperlihatkan gejala tidak toleran terhadap susu kedelai, oleh sebab itu susu kambing bubuk lebih direkomendasikan untuk bayi dan balita anda.
Ukuran butiran lemak susu kambing lebih kecil jika dibandingkan dengan susu sapi/susu lainnyasebagai gambar ukuran butiran lemak susu kambing, sapi, kerbau, dan domba berturut turut adalah 3,49mm, 4.55mm, 5.92 dan 3.30mm.
Dari hasil penelitian sekelompok anak yang diberi susu kambing memiliki bobot badan, mineralisasi kerangka, kepadatan tulang, vitamin A, plasma darah, kalsium, tiamin, riboflavin, niacin,d an konsentrasi hemogloninya serta kekerasan dan bobot pukulan lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok anak yang diberi susu sapi.disamping itu susu kambing juga kaya kandungan mineral, kalsium, pottasium, magnesium, fosfor, klorin dan mangan.
Semoga bermanfaat!

Selasa, 02 Februari 2010

Manfaat & Tips Kunyit

Berikut ini adalah beberapa manfaat dan tips tanaman kunyit:
Penambah Darah
Satu potong kunyit diparut dan diperas lalu campur dengan satu butir telur ayam kampung dan satu sendok makan madu. Aduk sampai merata kemudian tambah dengan ½ gelas air matang dan disaring. Minum secara teratur 3 hari 1 kali. 
Gatal – gatal
Satu potong kunyit diparut, dicampur dengan 2 buah kemiri yang ditumbuk sampai halus, lalu bungkus dengan daun pisang yang dibakar. Oleskan pada bagian yang gatal.
Menghilangkan jerawat dan noda-noda hitam di wajah
Satu potong kunyit diparut lalu dioleskan pada wajah secara merata sebagai bedak.
menghilangkan bau badan
satu potong kunyit diparut dan diberi satu gelas air hangat kemudian saring setelah dingin. Minum 1 kali sehari selama 1 minggu.
mengobati luka
gunakan kunyit untuk mencegah infeksi pada luka dan goresan.
melindungi hati
curcumin yang dikandung oleh kunyit merupakan pelindung efektif jaringan hati.
melindungi jantung
kunyit membantu mencegah penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung.
Kunyit, dipercaya untuk mengurangi kadar kolesterol dan mencegah trombosis. untuk konsumsi sehari-hari, anda dapat mencampur satu sendok bubuk kunyit dengan air atau segelas susu.

Source: obi.or.id

6 Resep Minuman Herbal Untuk si Kecil

Bila si kecil tiba-tiba demam, masuk angin, rewel, atau gatal-gatal, tak perlu panik dan tenang saja. Tengok saja bumbu dapur Anda, siapa tahu masih ada sejumlah herbal yang bisa dimanfaatkan segera. Seperti halnya contoh di bawah ini: 

KUNYIT

Kunyit memiliki kandungan minyak asiri, curcumin, turmeon, dan zingbera yang bermanfaat sebagai penurun demam, anti bakteri, anti oksidan, dan anti peradangan. Bila si kecil mengalami demam ambil 10 gr ubi kunyit, lalu kupas dan bersihkan dan kemudian parut. Lalu ambil 125 ml air panas dan 1 sendok air jeruk nipis dan 4 sendok makan madu. Kemudian campur semua bahan tadi dan saring untuk diambil airnya dari campuran bahan tersebut. Dan berikan 3 kali sehari untuk si kecil.

TEMULAWAK

Penampilan temulawak menyerupai temu putih, hanya warna bunga dan rimpangnya berbeda. Temulawak mempunyai zat aktif germacrene, zanthorrhizol, alpha beta curcumena, dan lain-lain. Bermanfaat sebagai anti peradangan, antibiotic, meningkatkan produksi dan sekresi empedu. Dalam hal ini ambil 10 gr rimpang temulawak, 125 ml air panas, 2 sendok makan madu dan bunga kapuk/randu. Kemudian parut rimpang temulawak, tambahkan air dan aduk sampai rata dan saring kemudian ambil sari temulawak tersebut. Kemudian campur sari temulawak dengan air panas dan madu serta sari bunga kapuk/randu tersebut. Kemudian berikan berikan kepada si kecil 3 kali sehari.

SAMBILOTO

Sambiloto memiliki kandungan andrografoll lactones (zat pahit), diterpene, glucosides, dan flavonoid yang bisa menurukan panas. Menurut penelitian, 6 gr sambiloto perhari sama efektifnya dengan paracetamol. Seluruh bagian dari sambiloto dapat digunakan sebagai obat herbal. Dalam hal ini anda bisa ambil 20 gr daun sambiloto kering, 50 gr ubi kunyit kering, 300 ml air dan 300 ml madu. Campur daun sambiloto, kunyit, air kemudian masak sampai mendidih sampai air tersisa setengahnya. Kemudian angkat dan saring air tesebut dan kemdian tambahkan madu. Berikan si kecil 3 kali sehari.

LEMPUYANG EMPRIT

Lempuyang emprit memiliki kandungan senyawa sekuterpenenton yang bermanfaat untuk menurunkan panas. Dalam hal ini siapkan 10 gr ubi lempuyang emprit, 125 ml air panas, 2 sendok makan madu. Parut lempuyang emprit campur dengan air panas. Kemudian peras ambil sari lempuyang emprit tersebut. Dan kemudian campur sari lempuyang emprit dengan madu serta aduk dengan rata. Berikan 2 kali sehari.

BROTOWALI

Brotowali digunakan untuk pemakaian luar. Brotowali bermanfaat untuk menyembuhkan luka dan gatal-gatal akibat kudis. Kemudian ambil 2-3 batang brotowali, kemudian potong kecil-kecil dan ambil juga 1500 ml air bersih. Kemudian rebus air bersih tersebut dan kemudian masukan irisan brotowali serta didihkan. Kemudian saring dan gunakan untuk mengobati luka atau gatal-gatal akaibat kudis. Berikan 3 kali sehari.

KENCUR

Kencur sangat berkhasiat meringankan batuk pada si kecil. Dalam hal ini ambil 5 gr kencur segar kemudian cuci bersih dan parut, ambil 2 sendok makan air matang, dan 1 sendok makan madu. Kemudian parutan kencur tambahkan air matang tadi, kemudian aduk sampai rata dan saring. Tambahkan madu kemudian aduk sampai rata. Berikan kepada si kecil 2-3 kali sehari.

DAMPAK NEGATIVE TERLALU BANYAK DUDUK

Para pakar kesehatan di London mengeluarkan peringatan mengejutkan: duduk itu mematikan. Mereka memperingatkan bahwa duduk dalam jangka waktu lama, meski Anda juga berolah raga secara teratur, dapat berakibat buruk bagi kesehatan. 

Tempat Anda duduk pun tak jadi soal, entah di kantor, sekolah, mobil, serta di depan komputer atau televisi. Masalahnya adalah, berapa lama Anda melakukannya. 



Riset para ilmuwan itu memang masih penelitian pendahuluan. Tapi sejumlah studi menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk cenderung menjadi gemuk, terkena serangan jantung, atau, bahkan, meninggal.

Dalam editorial British Journal of Sports Medicine, pekan ini, Elin Ekblom-Bak dari Swedish School of Sport and Health Sciences memberi saran agar pejabat kesehatan memikirkan kembali bagaimana mereka mendefinisikan aktivitas fisik untuk menyoroti bahaya duduk. 

Pejabat kesehatan telah mengeluarkan panduan yang merekomendasikan kegiatan fisik minimum agar seseorang tetap bugar, namun mereka tidak memberikan saran kepada orang untuk membatasi berapa banyak waktu yang dihabiskan dalam posisi duduk. "Setelah empat jam duduk, tubuh mulai mengirimkan sinyal berbahaya," kata Ekblom-Bak. Dia menjelaskan bahwa gen yang mengatur jumlah glukosa dan lemak dalam tubuh mulai padam. 

Meskipun orang itu rutin berolah raga, menghabiskan waktu lama duduk di depan meja tetap berbahaya. Tim Armstrong, pakar kegiatan fisik di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan orang yang berolah raga setiap hari, namun masih menghabiskan banyak waktu dengan duduk, baru memperoleh manfaat jika olah raga itu dilakukan beberapa kali dalam sehari daripada dilakukan hanya sekali. 



Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun lalu, para ilmuwan yang melakukan pemantauan terhadap 17 ribu warga Kanada selama beberapa tahun menemukan bahwa orang yang banyak duduk memiliki risiko kematian yang jauh lebih tinggi, entah mereka berolah raga atau tidak. 

 
"Kami belum memiliki bukti yang cukup untuk menyatakan berapa lama duduk yang berbahaya," kata Peter Katzmarzyk dari Pennington Biomedical Research Center di Baton Rouge, Amerika, yang memimpin studi itu. "Tapi tampaknya, makin sering Anda berdiri dan menyela perilaku tak bergerak itu, makin bagus."

Survei yang dilakukan sebuah lembaga di Amerika Serikat pada 2003-2004 menunjukkan bahwa orang Amerika menghabiskan lebih dari separuh waktu mereka di atas kursi, mulai bekerja di depan meja sampai di balik kemudi mobil. 

Para ilmuwan menyatakan perlu lebih banyak riset untuk mengetahui duduk berapa lama yang berbahaya dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengaruh buruk tersebut. 

"Orang harus tetap berolahraga karena itu mempunyai banyak manfaat," kata Ekblom-Bak. "Tapi ketika mereka di kantor, mereka harus berusaha menyela aktivitasnya di atas kursi sesering mungkin. Jangan mengirim e-mail kepada rekan sekantor. Berjalan dan bicara langsung padanya. Berdiri." wallohu a'lam

BAHAYA TIDUR DENGAN LAMPU MENYALA

Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia. Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.

Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.

Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.


Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.
Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia. Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.



Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.

Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.


Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.