Senin, 12 April 2010

KEAMPUHAN BEKAM ATASAI BERBAGAI MACAM PENYAKIT

Oleh: Agus Setiawan


Sesungguhnya penyakit yang diderita setiap manusia niscaya terdapat obat penyembuhnya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam :

“ Tidaklah Alloh menurunkan satu penyakit melainkan Alloh juga menurunkan obatnya”( HR. Bukhori 5678)

            Termasuk obat dan cara pengobatan yang Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam ajarkan kepada ummatnya adalah bekam. Bahkan bekam termasuk sebaik - baik pengobatan, sebagaimana sabdanya:

“Jika pada obat  yang kalian pergunakan itu terdapat sesuatu kebaikan maka itulah bekam.”( HR. Abu Dawud dan dishohikan oleh al – Albani dalam ash – Shohihah 760 )

ARTI BEKAM

            Bekam adalah pengeluaran darah dari kulit dengan cara menghisap,kemudian penyayatan ringan pada permukaan kulit,kemudian dilakukan penhisapan lagi agar darah bisa keluar dan menimbulkan kesembuhan dengan izin Alloh ta’ala.

            Dengan demikian proses pengobatan bekam melalui tiga peristiwa: pengisapan,penyayatan dan pengeluaran darah.

Disini yang penting adalah bahwa pengeluaran darah dilakukan dengan penyayatan dengan pisau atau benda tajam lain. Bukan penusukan dengan jarum atau benda runcing. Luka karena sayatan mengakibatkan pinggir lukanya tajam dan rata,dasarnya sempit dan lukanya lebih lebar,mudah diberi disinfektan/pembersih dan mudah sembuh,selain itu sayat pada bekam hanya mengenai pembuluh darah kecil ( kapiler ) sehingga darah yang keluar adalah darah kapiler. Sedangkan luka tusuk mempunyai ukuran lubang masuk yang lebih kecil dari pada dalamnya. Luka jenis ini dapat menimbulkan tetanus,selain itu luka tusak dapat menimbulkan luka di organ – organ yang lebih dalam atau pembuluh darah.( Sembuh dengan satu titik karya dr. Wadda’ A. Umar hal. 10-11)

MACAM –MACAM BEKAM DAN MANFAATNYA

1.      Bekam kering yaitu bekam yang tidak diikuti dengan pengeluaran darah. Bekam ini berkasiat untuk sakit melegakan sakit secara darurat,atau digunakan untuk meringannkan nyeri pada urat – urat punggung,paha perut dll.( Sembuh dengan satu titik karya dr. Wadda’ A. Umar hal hal. 46). Bekam semacam ini dapat dilakukan sekali dalam sebulan.

2.      Bekam basah yaitu bekam yang disertai pengeluaran darah. Bekam semacam ini berkasiat untuk menyembuhkan berbagai radang persendian,sakit rematik,serta untuk menurunkan tekanan darah,heart attack( serangan jantung) juga radang selaput dada,radang otot jantung, sakit leher,kepala,perut,serta radang ginjal,susah kencing dan berbagai macam penyakit mata.

WAKTU – WAKTU BEKAM

            Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan waktu untuk berbekam yang mana waktu tersebut bila ditinjau dari segi medis amatlah baik,sebagaimana dalam sabdanya:

“ sesungguhnya sebaik – baik bekam yang kalian lakukan adalah hari ke 17,19 dan 21”( HR. Tirmidzi )

Ibnu Qoyyim al – Jauziyah memberi penjelasan tentang hadits ini berikut penjelasannya: ini berarti segala penyakit disebabkan oleh darah. Hadits – hadits diatas ( tentang waktu bekam ) sejalan dengan apa yang disepakati para dokter, bahwa bekam diparuh bulan yang kedua dan seperempat ketiga setelahnya lebih bermanfaat daripada awal dan akhir bulan ( Zadul Ma’ad 4/59) .

            Ibnu Sina berkata: waktu bekam adalah pada siang hari pukul 14.00 atau 15.00 dan itu dilakukan setelah mandi, kecuali pada orang yang darahnya kental,maka harus mandi dengan air hangat terlebih dahulu sehingga tubuhnya menghangat,baru kemudian dilakukan pembekaman.

            Tidak disenangi oleh para ahli bekam untuk melakukan bekam pada saat kenyang,karena hal itu mengakibatkan penyumbatan pada darah atau memperparah penyakit lainnya, apalagi makanan yang dikonsumsi terlalu berat dan kasar.

            Ibnu Sina juga menambahi ucapannya: tidak dianjurkan pula bekam di awal bulan karena cairan – cairan tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal. Begitu pula tidak dianjurkan berbekam pada akhir bulan karena bisa jadi cairan – cairan tubuh mengalami pengurangan.   

MANFAAT – MANFAAT BEKAM

            Bekam memiliki banyak sekali manfaat diantaranya:

1.      Untuk mengobati sakit kepala               6. Nyeri dada                           11. maag

2.      Migrain                                     7. Tekanan darah tinggi 12. impotensi

3.      Nyeri ginjal                                           8. Tekanan darah rendah          13. Epilepsi

4.      Nyeri ulu hati                                        9. Flu                                       14. Batu Ginjal

5.      Nyeri panggul                                       10. Batuk                                 15. Lumpuh, dll

 

PENYAKIT YANG TIDAK DISEMBUHKAN DENGAN BEKAM

            Walau bekam banyak manfaatnya,akan tetapi Ada beberapa penyakit yang tidak bisa diobati dengan pembekaman, seperti:

1.      Penyakit yang disertai perubahan anatomi dan morfologi tubuh, seperti: kanker dan tumor

2.      Penyakit yang memerlukan operasi,seperti: patah tulang,dislokasi tulang dan sendi,dan rupturr(lepasnya) organ – organ tubuh.

3.      Penyakit karena trauma fisik, terkena zat kimia, tersiram air panas dan luka bakar.

 Penyakit karena kecelakaan, seperti: tenggelam,tersengat listrik, luka robek –robek dan lecet. ( sembuh dengan satu titik karya dr. Wadda’ A. umar hal. 121-122).

Selasa, 06 April 2010

Obat Rematik Merusak Lambung?

MENGONSUMSI obat rematik yang tidak tepat,berpotensi menyebabkan kerusakan lambung dan usus dua belas jari. Rematik, pegal linu, nyeri otot dan sendi. Penyakit-penyakit tersebut tentu tak asing lagi.

Apalagi para lansia (lanjut usia) yang memang dekat dengan aneka penyakit degeneratif seperti pengapuran tulang dan sendi,osteoporosis, juga gangguan rematik berupa radang sendi atau radang otot. Tak heran, sehari-hari mereka begitu mengakrabi obat-obatan maupun jamu rematik.

Saking mudahnya mendapatkan obat rematik, hingga terkadang berpikir sederhana saja,tinggal membeli di warung atau apotek tanpa berkonsultasi ke dokter. Praktis tapi tanpa mempertimbangkan efek sampingnya jika ternyata obat yang dibeli salah atau malah mungkin menimbulkan efek balik (kontraindikasi). “Banyak pasien yang mungkin karena merasa cocok dengan obat yang pernah diresepkan oleh dokternya, kemudian ketika sakit lagi mengulang resep tadi dengan membeli di toko obat.

Padahal, tanpa disadari, penggunaan obat rematik yang tidak tepat bisa menyebabkan efek samping dan masalah pada lambung,” sebut dokter spesialis penyakit dalam dari FKUI/RSCM Jakarta dr H Dadang Makmun SpPD-KGEH. Obat rematik merupakan penghilang rasa sakit (pain killer) yang secara umum dikategorikan sebagai obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS/ NSAID).

Kalangan medis sering kali menyebut gangguan lambung akibat NSAID sebagai Gastropati NSAID. Dampak langsung obat rematik adalah merusak dinding dalam lambung dan faktor pelindung lambung. Gejala klinisnya bisa ringan sampai berat. Kadang pasien tidak merasakan apa-apa.

Walaupun sebenarnya obat tersebut telah menyebabkan kerusakan di lambungnya. Adapun gejala yang kerap timbul sebagai efek samping obat ini, antara lain gangguan maag berupa rasa sakit atau tidak nyaman di ulu hati, mual, muntah, perlukaan di lambung dan usus dua belas jari, hingga terbentuknya tukak pada kedua organ tersebut.

“Padahal, tukak maupun erosi klinis di lambung bisa menyebabkan perdarahan pada saluran cerna bagian atas. Bahkan jika berlanjut, bisa menyebabkan kematian,” kata rekan sejawat Dadang di RSCM, dr H Ari Fahrial Syam MMB SpPD-KGEH. Di Amerika Serikat,konon kematian akibat penggunaan obat rematik termasuk faktor terbanyak penyebab kematian.

Risiko penggunaan obat rematik bisa menyebabkan terbentuknya tukak lambung pada 1 dari 5 pasien, dan menyebabkan tukak yang bergejala pada 1 dari 70 pemakaian obat rematik. Juga, mengakibatkan perdarahan saluran cerna atas pada 1 dari 150 pemakai obat rematik. Penelitian lain yang dilakukan di RSCM pada 2005 silam menyimpulkan, penyebab utama perdarahan dari saluran cerna atas adalah obat rematik.

Dengan kata lain, lebih dari 90% disebabkan NSAID. Ini didasarkan pada pemeriksaan gastroskopi terhadap 1.192 pasien dengan keluhan BAB hitam, muntah darah, atau keduanya.

Selain obat rematik, golongan NSAID lainnya yang juga meluas penggunaannya adalah aspirin. Kebiasaan orang Barat mengantongi aspirin ke mana pun mereka pergi dan menenggaknya walau hanya sakit kepala ringan diduga sebagai salah satu penyebab tingginya kematian akibat NSAID.

[seputar-indonesia.com]


Awas! Aneka Penyakit Akibat Garam Dapur !

Garam dapur betul enak di lidah, tapi bikin badan rusak jika berlebihan. Memang pantas kalau jadi garam dunia, tapi berapa sebetulnya tubuh membutuhkan garam? Siapa saja yang perlu pantang garam?

Dalam hal mengonsumsi garam, tirulah orang Eskimo, warga Dayak atau Indian Inca. Mereka nyaris tidak makan garam, tapi tetap bisa hidup. Menu mereka cenderung hambar, namun tidak ada yang kurang dalam kelangsungan kerja mesin tubuhnya. Dan memang seperti itulah yang sesungguhnya tubuh kita butuhkan. Maka jangan sering masuk restoran Cina atau India kalau lagi pantang garam. Menu asin terbentuk lebih karena budaya orang urban manakala rasa enak garam dapur orang temukan.

Budaya doyan garam begini yang tanpa disadari telah merongrong ginjal orang-orang di dunia untuk bekerja lebih keras membuang kelebihan natrium (sodium) dari garam yang ditelan setiap hari. Padahal, tubuh tidak memerlukan garam sebanyak kebiasaan budaya makan kita. Kita rata-rata menelan lima-enam kali lipat kebutuhan garam tubuh dari menu harian.

Garam dikenal identik dengan penyakit darah tinggi. Itu sebab bukan cuma orang gedongan yang bisa kena darah tinggi, jika masih banyak rakyat kecil yang menu hariannya lagi-lagi ikan asin.

Kabupaten Bogor konon menghabiskan puluhan ton ikan asin sehari. Pada saat yang sama kita mudah menghitung banyaknya kasus warga desa yang darah tinggi. Bisa jadi gara-gara konsumsi garam yang berlebihan dari ikan asin sejak usia kanak-kanak. Memang betul enak punya istri orang Sunda.

Katanya dilepas di kebun saja sudah bisa hidup, sebab menunya lalap dan sambal doang. Namun, kalau tambahan lauknya adanya cuma ikan asin, istri tersayang bisa sekonyong-konyong berubah menjadi istri malang, sebab baru kawin tiga tahun saja sudah galak dan doyan mengomel. Ikan asin bikin istri darah tinggi.

Garam Tersembunyi

Dalam garam dapur terkandung unsur sodium dan chlor (NaCl). Unsur sodium penting untuk mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh, selain bertugas dalam transmisi saraf dan kerja otot. Kita boleh tidak makan garam, asal ada sodium dalam menu harian. Banyak menu harian yang menyimpan sodium dan itu sudah bisa mencukupi kebutuhan tubuh.

Namun, oleh karena sodium yang secara alami terkandung dalam bahan makanan tidak berikatan dengan chlor, tak memberi cita rasa asin pada lidah kita. Itu berarti, kendati menu yang kita konsumsi tanpa garam atau tak bercita rasa asin, tidak bermakna tubuh tak memperoleh kecukupan sodium.

Walau tidak terasa asin, daging sapi, sarden, keju, roti jagung, dan keripik kentang kaya unsur sodium. Demikian pula kebanyakan menu harian orang Eskimo, Dayak dan Indian yang tidak asin namun tubuh tidak kekurangan sodium.

Jadi sebetulnya lidah kitalah yang sudah dirusak oleh budaya makan asin, sehingga cenderung salah memilih menu yang sesuai dengan yang tubuh butuhkan. Dan rasa asin memang meningkatkan cita rasa menu alami. Garam di meja makan kita bukti tradisi bahwa tuntutan lidah orang modern cenderung merasa menunya kurang asin.. Kurang dari Tujuh Gram Tubuh membutuhkan kurang dari tujuh gram garam dapur sehari atau setara dengan 3.000 mg sodium.

Kebanyakan menu harian kita memberi berlipat-lipat kali lebih banyak dari itu. Selain meninggikan tekanan darah, kerja ginjal jadi jauh lebih berat untuk membuangnya. Jika sangat berlebihan bisa bikin pikiran kacau dan jatuh koma. Satu sendok teh garam dapur berisi 2.000 mg sodium. Sodium yang terkandung dalam setiap menu modern rata-rata sekitar 500 mg. Pada takaran itu ginjal sudah perlu lembur untuk tetapmempertahankan keseimbangan cairan dan asam-basa agar mesin tubuh tak kacau dari penyakit akibat kelebihan sodium tidak sampai muncul.

Jenis makanan yang banyak mengandung sodium, antara lain, soda kue, bubuksoda sebagal pengawet, obat pencahar (laxative), menu yang dipanggang, keju, makanan kaleng dan laut (seafood), serta padi-padian (cereals). Bagi yang pantang garam, juga perlu menjauhi jenis sumber sodium tinggi ini. Jenis makanan yang rendah sodium, antara lain, buah dan sayur-mayur segar, daging dan unggas segar, jenis cereals dan gandum yang dimasak.

Di kawasan Uni Eropa sekarang ini ada ketentuan labelisasi produk untuk beberapa jenis makanan yang tinggi sodium, agar konsumen tidak terjebak mengonsumsinya secara berlebihan. Di antaranya, aneka jenis saus, ikan yang sudah diproses, roti, sup, bumbu bergaram (MSG), dan sekarang termasuk juga semua jenis makanan bayi (dulu garam dapur bukan tergolong bahan tambahan dalam makanan atau food additive).

Bukan cuma darah tinggi, orang yang mengidap penyakit jantung dan tungkainya bengkak, perlu membatasi asupan sodium juga. Begitu juga jika mengidap penyakit ginjal, keracunan kehamilan (toxemia gravidarum), dan gangguan hati. Termasuk mereka yang sedang menjalani terapi dengan obat golongan corticosteroid (pasien asam kena penyakit autoimmune, kulit, ginjal nephritic syndrome).

Selain itu, banyak gangguan yang meninggikan kadar sodium dalam darah (hypernatremia), seperti pada penyakit diabetes insipidus (kencing terus), gagal ginjal menahun, kelebihan zat kapur (hypercalcemia), atau kekurangan kalium (hypokalemia), termasuk jika tubuh kehilangan cairan seperti pada banyak berkeringat, diare, dan penyakit kurang minum (gangguan rasa haus). Dan tentu banyak makan garam, tanpa dibarengi kecukupan minum.

Namun, jika pantang garam kelewat ketat bisa berbahaya juga. Kekurangan sodium dan chlor secara drastis bisa menjadi beban lain bagi ginjal, dengan gejala pembengkakan (oedema) juga. Kaki bengkak lantaran penyakit jantung, hati, atau ginjal, berbeda dengan bengkak sebab kekurangan sodium. Yang pantang sodium dibagi menjadi pantang ketat, cukup 500 gram sodium setara dengan 1,5 gram garam dapur, pantang sedang 800 gram (2 gram), dan pantang ringan 2.000 gram (5 gram).

Sumber : kautsarku.wordpress.com/2010/03/31/awas-aneka-penyakit-akibat-garam-dapur/

Waspada Diabetes Mellitus pada Ibu Hamil

Setiap ibu hamil tentu sangatlah menantikan kehadiran sang buah hati. Dalam masa kehamilan, setiap wanita tentu akan menjaga kesehatannya supaya memperoleh kesehatan yang baik untuk dirinya maupun calon bayinya. Akan tetapi, segala sesuatu tidak selalu berjalan mulus sesuai dengan keinginan kita. Kehamilan bisa saja normal, namun bisa juga disertai penyakit. Salah satu contohnya yang akan kita bahas disini adalah diabetes mellitus yang terjadi saat kehamilan.

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Diabetes mellitus adalah suatu keadaan dimana kadar gula dalam darah tinggi (hiperglikemia) yang sifatnya kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal. Diabetes mellitus pada kehamilan tidaklah jarang ditemukan. Di Indonesia, dengan menggunakan kriteria diagnosis O’Sullivan-Mahan dilaporkan prevalensi diabetes mellitus pada kehamilan adalah sebesar 1,9–3,6% pada kehamilan umum. Pada ibu hamil dengan riwayat keluarga menderita diabetes mellitus, prevalensinya menjadi 5,1%. Diabetes mellitus perlu untuk diperhatikan karena risiko morbiditas dan mortalitas pada maternal dan perinatal tinggi. Akan tetapi, dengan pengelolaan dan penatalaksanaan yang baik maka hasilnya dapat menjadi baik. Diabetes mellitus pada kehamilan sering dikenal dengan Diabetes Mellitus Gestasional (DMG). Definisi dari diabetes mellitus gestasional adalah intoleransi glukosa yang terjadi atau diketahui pertama kali pada saat hamil. Gejala utama dari kelainan ini pada umumnya hampir sama dengan diabetes mellitus lain, yaitu: selalu merasa haus (polydipsi), sering buang air kecil (polyuri), dan sering merasa lapar (polyfagi). Yang membedakannya adalah keadaan ini terjadi pada penderita saat hamil.

Di luar kehamilan, dikenal 2 macam diabetes mellitus yaitu diabetes mellitus tipe I (yang berhubungan dengan insulin) dan diabetes mellitus tipe II (non-insulin). Sedangkan diabetes mellitus pada kehamilan juga dapat dibagi menjadi 2 macam:
1. Diabetes mellitus yang memang sudah diketahui sebelumnya pada penderita yang menjadi hamil (Diabetes Mellitus Hamil = DMH = Diabetes Mellitus Pragestasional). Sebagian termasuk diabetes mellitus tipe I (Insulin Dependent Diabetes Mellitus / IDDM).
2. Sebelumnya tidak mengidap diabetes mellitus, baru mengidap diabetes mellitus dalam masa kehamilan (Pregnancy-Induced Diabetes Mellitus = diabetes mellitus sesungguhnya, sesuai dengan definisi lama WHO 1980).

Setelah kehamilan berakhir, dilakukan tes toleransi glukosa oral (TTGO) untuk membedakan kedua kelompok tersebut.

Pada kehamilan normal terjadi banyak perubahan pada pertumbuhan dan perkembangan fetus secara optimal. Pada kehamilan normal kadar glukosa darah ibu lebih rendah secara bermakna. Hal ini disebabkan oleh:
1. pengambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat
2. produksi glukosa dari hati menurun
3. produksi alanin (salah satu precursor glukoneogenesis) menurun
4. aktifitas ekskresi ginjal meningkat
5. efek-efek hormone gestasional (kortisol, human plasental lactogen, estrogen, dll)
6. perubahan metabolisme lemak dan asam amino.

Pada diabetes mellitus gestasional terjadi perubahan fisiologis, juga perubahan jumlah atau fungsi yang abnormal terhadap insulin. Terjadi juga perubahan kinetika dan resistensi terhadap efek insulin yang mengakibatkan komposisi sumber energi dalam plasma ibu rendah (kadar gula darah tinggi dan kadar insulin yang tetap tinggi). Resistensi insulin biasanya bermula pada pertengahan kehamilan (usia kehamilan 20-24 minggu). Melalui difusi terfasilitasi pada membran plasenta, dalam sirkulasi janin turut terjadi komposisi dari sumber energi abnormal yang mungkin dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi. Selain itu, juga terjadi hiperinsulinemia yang menyebabkan janin mengalami gangguan metabolik (hipoglikemi, hipomagnesemi, hipokalsemi, hipobilirubinemia, dsb).

Diabetes mellitus ini dapat disebabkan oleh: penghancuran sel beta pankreas terkait respon imun, penghancuran sel beta pankreas secara idiopatik, resistensi dari insulin, mutasi genetik pada fungsi sel beta pankreas, penyakit pada pankreas (pankreatitis, kistik fibrosis), infeksi (cytomegalovirus, coxsackievirus, congenital rubella), dan obat-obatan.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi diabetes mellitus gestasional adalah:
• riwayat keluarga menderita diabetes mellitus
• wanita berumur lebih dari 35 tahun
• wanita obesitas
• ada riwayat pernah melahirkan anak yang berukuran besar, lahir mati, atau bayi yang dilahirkan cacat
• ada riwayat infeksi saluran kemih selama hamil.

Konsensus PERKENI, 1997 menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan penyaring (screening) pada pertemuan antenatal pertama. Bila hasilnya positif maka dapat disimpulkan terjadi diabetes mellitus gestasional. Tetapi bila hasilnya negatif, maka dianjurkan melakukan tes ulangan pada usia kehamilan 26-28 minggu. Dinilai dari keefektifan tes, hasil positif tertinggi akan diperoleh pada kehamilan 26-28 minggu.

Berikut ini adalah kriteria diagnosis dari O’Sullivan-Mahan dan kriteria hasil pemeriksaan berdasarkan modifikasi WHO-PERKENI:
Kriteria diagnosis dari O’Sullivan-Mahan (1964):
Diagnosis Kadar glukosa darah (mg/dl)
Batas nilai normal <90
1 jam pasca puasa <165
2 jam pasca puasa <145
3 jam pasca puasa 200 Diabetes mellitus
140–200 Toleransi glukosa terganggu
<140 Normal
Pemeriksaan yang dianjurkan dari modifikasi WHO-PERKENI ini adalah pemeriksaan kadar glukosa darah dua jam pasca pemberian beban glukosa 75 gram.

Komplikasi yang dapat terjadi pada diabetes mellitus gestasional adalah :
1. Komplikasi maternal : Infeksi saluran kemih, hidramnion, hipertensi kronik, preeclampsia, kematian ibu.
2. Komplikasi fetal : Abortus spontan, kelainan kongenital, insufisiensi plasenta, makrosomia, kematian intrauterin.
3. Komplikasi neonatal : Prematuritas, kematian intrauterin, kematian neonatal, trauma lahir, hipoglikemi, hipomagnesemi, hipokalsemi, hiperbilirubinemi, sindrom gawat napas, polisitemia, thrombosis vena renalis.
4. Komplikasi anak : Gangguan tumbuh kembang, intelektual, obesitas, sampai diabetes mellitus itu sendiri.

Jadi pada keadaan diabetes mellitus gestasional, penderita perlu melaksanakan diet sehat, aktifitas sehat, dan kontrol glukosa darah. Penatalaksanaan dengan oral hyperglycemic agent dan insulin dapat dilakukan dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Bila standar manajemen diet ini tidak berhasil biasanya akan direkomendasikan untuk terapi insulin.

Ternyata Teh Celup Berbahaya

Apakah benar teh celup membahayakan kesehatan? Mengapa demikian? Ternyata penyebabnya lebih pada kemasannya, kantong kertas kecil berserat renggang yang ternyata mengandung chlorine, yang antara lain bisa menyebabkan kemandulan, keterbelakangan mental dan kanker! Untuk dapat lebih memahaminya, kita akan membahas perihal teh celup ini secara garis besar saja.

Di pasaran, ada 3 jenis teh yang biasa dijual; teh celup, teh daun atau teh serbuk seduh, dan teh bubuk instan. Masing-masing jenis teh bisa dipilih sesuai kebutuhan. Sebelum mengkonsumsinya, pastikan Tanggal Kedaluarsanya ! Teh Celup Bubuk teh yang dibungkus sejenis kertas berpori-pori halus yang tahan panas. Bagi Anda penggemar teh, pasti tahu teh celup.

Sangat modern dan praktis. Pastinya Anda sering minum teh karena paham akan manfaat teh bagi tubuh. Misalnya saja, teh merah untuk relaksasi, teh hitam untuk pencernaan, atau teh hijau untuk melangsingkan tubuh. Saat hendak minum teh, apakah Anda terbiasa mencelupkan kantong teh celup berlama-lama? Jika ya, hati-hati. Mungkin Anda senang mencelupkan teh lama-lama karena berpikir semakin lama kantong teh dicelupkan dalam air panas, makin banyak khasiat teh tertinggal dalam minuman teh karena teh semakin pekat.

Asal mula teh celup
Anda minum teh? Teh celup atau teh tubruk? Sudah barang tentu dengan alasan kepraktisan, banyak orang yang lebih memilih teh celup.
Secara tidak sengaja teh celup ditemukan oleh Thomas Sullivan, seorang pedagang teh dan kopi dari New York, dia mengirim sample teh dalam kantong sutra kecil kepada para pelanggannya. Dia menggunakan kantong sutra karena alasan ekonomis, kalau menggunakan kaleng, selain biaya pembuatannya lebih mahal, teh yang dikemas juga harus lebih banyak.
Pada awalnya para pelanggan Thomas bingung dengan kemasan baru ini. Mereka menganggap kemasan ini sama saja dengan teh yang dimasukkan dalam saringan metal, mereka langsung melemparkan begitu saja kemasan tersebut ke dalam air panas. Baru kemudian mereka menyadari bahwa ternyata kemasan tersebut cukup praktis untuk menyeduh teh secara langsung. Mereka menganggap ini lebih praktis karena tidak perlu membersihkan saringan teh atau teko. Selesai diseduh, kemasan berikut tehnya bisa langsung dibuang. Lama-kelamaan permintaan sample teh dalam kemasan makin banyak, dan pada akhirnya Thomas Sullivan menyadari bahwa ini bisa menjadi dagangan yang menguntungkan. Teh celupnya mulai dipasarkan secara komersial pada tahun 1904, dan dengan cepat popularitasnya menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Akan tetapi, disadari pula, kemasan tersebut membawa problem sendiri: Kualitas aroma dan rasa. Daun teh, membutuhkan ruangan untuk mengembang, sehingga bisa mengeluarkan aroma dan rasa yang optimal. Solusinya adalah membuat kemasan lebih besar, dan daun teh yang digunakan ukurannya yang paling kecil. Ukuran ini dikenal dengan nama Fanning dan Dust yang merupakan tingkat terendah dari kualifikasi kualitas teh. Ukuran yang kecil menyebabkan zat tannin lebih cepat keluar, sehingga menimbulkan rasa pahit.
Bagaimanapun, aroma dan rasa terbaik akan keluar dari hasil seduhan loose tea atau teh tubruk. Jadi kalau anda memang ingin meningkatkan apresiasi anda terhadap teh, mulailah beralih ke loose tea. Dari segi kepraktisan, memang lebih repot. Tetapi ritual penyeduhan teh merupakan bagian dari seni teh itu sendiri. Dan jangan lupa untuk tidak membiarkan ampas teh tetap di dalam teko atau cangkir Anda.
Namun seiring perkembangan zaman, kantong teh kemudian berganti, dari sutera ke kertas, inilah yang kemudian menimbulkan masalah.

Teh celup masa sekarang
Teh celup terdiri dari ramuan teh, yang kemudian untuk menambah keharumannya, di Indonesia biasanya dicampur melati, yang kesemuanya dikemas dalam kantong kecil.
Tehnya sendiri tidak berbahaya, yang berbahaya adalah kantong kertas kemasannya. Kantong teh terbuat dari kertas kecil berserat renggang, –seperti sudah disebutkan di depan, pada masa awalnya kantongnya terbuat dari sutera atau nylon– yang diisi dengan daun teh, agar dapat menyeduh teh dengan hemat dan praktis. Daun tehnya tetap berada dalam kantong ketika teh diseduh dengan air panas, membuatnya sangat mudah mengeluarkan dan membuang daun teh yang sudah diseduh itu, menyeduh teh menjadi semakin mudah karena kantung itu diikatkan pada selembar benang dengan label kertas di ujung yang lain. Jadi benang ini juga berfungsi sebagai alat untuk mencelupkan daun teh dan mengangkatnya.

Bahaya Chlorine
Pada umumnya kertas dibuat dari pulp (bubur kertas), yang terbuat dari bahan kayu, bubur ini berwarna coklat tua, untuk membuat serat pulp itu berwarna putih, digunakan sejenis bahan kimia pemutih yang terbuat dari senyawa chlorine yang sangat pekat. Sayang dalam prosesnya, chlorine ini tetap tertinggal dalam produk kertas karena tidak dilakukan penetralan karena biayanya sangat tinggi. Kertas semacam inilah yang kemudian digunakan sebagai kantong teh celup.
Hindari mencelupkan kantong teh terlalu lama, karena Anda tentu berpikir bahwa semakin lama Anda merendam teh celup itu dalam air panas, semakin banyak sari teh yang tertinggal dalam cangkir Anda. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Akan semakin banyak kandungan chlorine di kantong teh celup yang larut dalam teh Anda, apa lagi kalau Anda merendamnya lebih dari 3 menit.
Dalam industri kertas, chlorine memang biasa digunakan sebagai bahan insektisida, disinfektan, pengawet, pembersih dan pemutih kertas, yang kemudian digunakan untuk membuat tissue, popok, kain dan sebagainya; juga sumpit kayu sekali pakai, oleh sebab itu di China, sumpit jenis ini dilarang digunakan. Kenapa? Berdasarkan penelitian, diduga ada kaitan antara konsumsi chlorine dalam tubuh dengan kemandulan pria, lahir cacat, keterbelakangan mental serta kanker.

I. Kandungan zat klorin di kantong kertas teh celup
Kandungan zat klorin di kantong kertas teh celup akan larut. Apalagi jika Anda mencelupkan kantong teh lebih dari 3 – 5 menit. Klorin atau chlorine, zat kimia yang lazim digunakan dalam industri kertas. Fungsinya, disinfektan kertas, sehingga kertas bebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Selain itu, kertas dengan klorin memang tampak lebih bersih. Karena bersifat disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya. Tak jauh beda dari racun serangga. Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang, dan kanker.
Nah, mulai sekarang, jangan biarkan teh celup Anda tercelup lebih dari 5 menit. Atau, kembali ke cara yang sedikit repot: Gunakan teh bubuk. Minumlah teh, bukan klorin…

II. (Penelitian)
Kebanyakan orang Indonesia (terutama Jawa) kalo minum teh malah sebenarnya minum gula, karena banyakan gulanya daripada tehnya. Lebih tepatnya, minum gula campur teh, campur susu, atau kopi .. sekarang ketambahan minum gula campur teh & chlorine lagi. Tapi saya percaya, yg terakhir ini masih lebih banyak sari teh-nya daripada chlorine-nya.
Berarti ada chlorine-nya ya di kertas teh celup …
Untuk memuaskan keingintahuan, saya coba lakukan test hari ini, di lab saya. Hasilnya : Untuk sample 100 ml (seukuran segelas cangkir teh), dengan air aqua diambil dari dispenser dengan panas (70 – 80oC), kemudian teh celup merk “X” diambil tehnya, kertas pembungkus dicelupkan ke sample selama 10 menit, untuk beberapa sample didapat hasil berkisar 0.04 – 1.10 mg/L. Air Aqua asalnya sendiri chlorine content-nya tidak terdeteksi.
Chlorine tergolong powerful oxidizing agent, bersifat toxic dan corrosive.
Biasa digunakan dalam proses bleaching (contoh di pabrik kertas), manufacturing syntetic rubber & plastic, serta desinfektan untuk pemurnian air.
Di Permenkes (no …), utk persyaratan kualitas air minum, setahu saya, tidak disebutkan nilai batas keberadaan chlorine (apa berarti tidak diperbolehkan?). Tapi untuk Kualitas Air Kolam Renang, Permenkes masih diperbolehkan dengan batasan antara 0.2 – 0.5 mg/L (tolong dikoreksi kalo saya keliru). Demikian juga WHO, setahu saya batasannya max. 0.5 mg/L.
Kadar klorin di dalam kemasan teh yang cuma 200 ml, bisa jadi lebih tinggi dibandingkan dengan klorin dipengolahan PDAM yang sekian ribu kubik karena konsentras nya merupakan fungsi dari volume mG/Liter. Jadi jangan dilihat volume total, tapi dalam tiap liternya.”

III. Tanggapan LSM
Makanya industri ini mendapat serangan hebat dari LSM lingkungan karena hal di atas, di samping juga masalah kehutanan. Kertas terbuat dari bubur pulp yang berwarna coklat tua kehitaman. Agar serat berwarna putih, diperlukan sejenis bahan pengelantang (sejenis rinso/baycline) senyawa chlorine yang kekuatan sangat keras sekali!
Kertas sama dengan kain, karena memiliki serat. Kalau Anda mau uji benar apa tidaknya, silahkan coba nanti malam bawa tissue ke Studio East, lihatlah tissue akan mengeluarkan cahaya saat kena sinar ultraviolet dari lampu disco!
Berarti masih mengandung chlorine tinggi. Kalau di negara maju, produk ini harus melakukan proses neutralization dgn biaya cukup mahal agar terbebas dari chlorine dan dapet label kesehatan. Tissue atau kertas makanan dari negera maju yang dapat label Depkes-nya tidak bakalan mengeluarkan cahaya tersebut saat kena UV. Kertas rokok sama saja, bahkan ada calsium carbonat agar daya bakarnya sama dengan tembakau dan akan terurai jadi CO saat dibakar. Di Indonesia tidak ada yang kontrol, jadi harap berhati-hati.

Jadi apa jalan keluarnya?
Yang pertama, jangan terlalu lama merendam teh celup dalam air panas, jangan lebih dari 3 menit.
Yang kedua, hindari penggunaan teh celup, sebagai gantinya, kembali seperti dulu, dengan menggunakan teh tubruk, atau teh teko, kalau mau lebih nikmat lagi, lakukan ritual minum teh seperti di China, Korea atau Jepang, ini bisa menenangkan dan meningkatkan rasa hormat kepada orang lain, karena pada intinya, ritual minum teh adalah penghormatan kepada orang yang dilayani, sekaligus memberikan kehormatan kepada orang yang diberi kesempatan melayani, dengan menuangkan teh ke mangkuk rekan di hadapannya.
Lindungi keluarga Anda dari gangguan kesehatan di masa depan. Hindari teh celup atau produk lain yang mengandung chlorine

Sabtu, 20 Maret 2010

Kanker Prostat

Kanker Prostat
DEFINISI
Kanker Prostat adalah suatu tumor ganas yang tumbuh di dalam kelenjar prostat.

Kanker prostat sangat sering terjadi.
Pemeriksaan mikroskopis terhadap jaringan prostat pasca pembedahan maupun pada otopsi menunjukkan adanya kanker pada 50% pria berusia diatas 70 tahun dan pada semua pria yang berusia diatas 90 tahun.

Kebanyakan kanker tersebut tidak menimbulkan gejala karena penyebarannya sangat lambat.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, meskipun beberapa penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara diet tinggi lemak dan peningkatan kadar hormon testosteron.

Kanker prostat merupakan penyebab kematian akibat kanker no 3 pada pria dan merupakan penyebab utama kematin akibat kanker pada pria diatas 74 tahun.
Kanker prostat jarang ditemukan pada pria berusia kurang dari 40 tahun.

Pria yang memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker prostat adalah pria kulit hitam yang berusia diatas 60 tahun, petani, pelukis dan pemaparan kadmium.
Angka kejadian terendah ditemukan pada pria Jepang dan vegetarian.

Kanker prostat dikelompokkan menjadi:
Stadium A : benjolan/tumor tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik, biasanya ditemukan secara tidak sengaja setelah pembedahan prostat karena penyakit lain.
Stadium B : tumor terbatas pada prostat dan biasanya ditemukan pada pemeriksaan fisik atau tes PSA.
Stadium C : tumor telah menyebar ke luar dari kapsul prostat, tetapi belum sampai menyebar ke kelenjar getah bening.
Stadium D : kanker telah menyebar (metastase) ke kelenjar getah bening regional maupun bagian tubuh lainnya (misalnya tulang dan paru-paru).

GEJALA
Biasanya kanker prostat berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala sampai kanker telah mencapai stadium lanjut.

Kadang gejalanya menyerupai BPH, yaitu berupa kesulitan dalam berkemih dan sering berkemih.
Gejala tersebut timbul karena kanker menyebabkan penyumbatan parsial pada aliran air kemih melalui uretra.

Kanker prostat bisa menyebabkan air kemih berwarna merah (karena mengandung darah) atau menyebabkan terjadinya penahanan air kemih mendadak.

Pada beberapa kasus, kanker prostat baru terdiagnosis setelah menyebar ke tulang (terutama tulang panggul, iga dan tulang belakang) atau ke ginjal (menyebabkan gagal ginjal).
Kanker tulang menimbulkan nyeri dan tulang menjadi rapuh sehingga mudah mengalami fraktur (patah tulang).

Setelah kanker menyebar, biasanya penderita akan mengalami anemia.
Kanker prostat juga bisa menyebar ke otak dan menyebabkan kejang serta gejala mental atau neurologis lainnya.

Gejala lainnya adalah:
Segera setelah berkemih, biasanya air kemih masih menetes-netes
Nyeri ketika berkemih
Nyeri ketika ejakulasi
Nyeri punggung bagian bawah
Nyeri ketika buang air besar
Nokturia (berkemih pada malam hari)
Inkontinensia uri (beser)
Nyeri tulang atau tulang nyeri jika ditekan
Hematuria (darah dalam air kemih)
Nyeri perut
Penurunan berat badan.




DIAGNOSA
Cara terbaik untuk menyaring kanker prostat adalah melakukan pemeriksaan colok dubur dan pemeriksaan darah.
Colok dubur pada penderita kanker prostat akan menunjukkan adanya benjolan keras yang bentuknya tidak beraturan.
Pada pemeriksaan darah dilakukan pengukuran kadar antigen prostat spesifik (PSA), yang biasanya meningkat pada penderita kanker prostat, tetapi juga bisa meningkat (tidak terlalu tinggi) pada penderita BPH.

Jika pada pemeriksaan colok dubur ditemukan benjolan, maka dilakukan pemeriksaan USG.
Dengan melakukan rontgen atau skening tulang, bisa diketahui adanya penyebaran kanker ke tulang.

Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
Analisa air kemih
Sitologi air kemih atau cairan prostat
Biopsi prostat.

PENGOBATAN
Pengobatan yang tepat untuk kanker prostat masih diperdebatkan.
Pilihan pengobatan bervariasi, tergantung kepada stadiumnya:
Pada stadium awal bisa digunakan prostatektomi (pengangkatan prostat) dan terapi penyinaran
Jika kanker telah menyebar, bisa dilakukan manipulasi hormonal (mengurangi kadar testosteron melalui obat-obatan maupun pengangkatan testis) atau kemoterapi.

Pembedahan
Prostatektomi radikal (pengangkatan kelenjar prostat).
Seringkali dilakukan pada kanker stadium A dan B.
Prosedurnya lama dan biasanya dilakukan dibawah pembiusan total maupun spinal.
Sebuah sayatan dibuat di perut maupun daerah perineum dan penderita harus menjalani perawatan rumah sakit selama 5-7 harai.
Komplikasi yang mungkin terjadi adalah impotensia dan inkontinensia uri.
Pada penderita yang kehidupan seksualnya masih aktif, bisa dilakukan potency-sparing radical prostatectomy.

Orkiektomi (pengangkatan testis, pengebirian). Pengangkatan kedua testis menyebabkan berkurangnya kadar testosteron, tetapi prosedur ini menimbulkan efek fisik dan psikis yang tidak dapat ditolerir oleh penderita.
Orkiektomi adalah pengobatan yang efektif, tidak memerlukan pengobatan ulang, lebih murah dibandingkan dengan obat-obatan dan sesudah menjalani orkiektomi penderita tidak perlu menjalani perawatan rumah sakit.
Orkiektomi biasanya dilakukan pada kanker yang telah menyebar.

Terapi penyinaran

Terapi penyinaran terutama digunakan untuk mengobati kanker stadium A, B dan C.
Biasanya jika resiko pembedahan terlalu tinggi, maka dilakukan terapi penyinaran.

Terapi penyinaran terhadap kelenjar prostat bisa dilakukan melalui beberapa cara:
Terapi penyinaran eksterna, dilakukan di rumah sakit tanpa perlu menjalani rawat inap.
Efek sampingnya berupa penurunan nafsu makan, kelelahan, reaksi kulit (misalnya kemerahan dan iritasi), cedera atau luka bakar pada rektum, diare, sistitis (infeksi kandung kemih) dan hematuria.
Terapi penyinaran eksterna biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8 minggu.

Pencangkokan butiran yodium, emas atau iridium radioaktif langsung pada jaringan prostat melalui sayatan kecil.
Keuntungan dari bentuk terapi penyinaran ini adalah bahwa radiasi langsung diarahkan kepada prostat dengan kerusakan jaringan di sekitarnya yang lebih sedikit.

Obat-obatan
Manipulasi hormonal.
Tujuannya adalah mengurangi kadar testosteron.
Penurunan kadar testosteron seringkali sangat efektif dalam mencegah pertumbuhan dan penyebaran kanker.
Manipulasi hormonal terutama digunakan untuk meringankan gejala tanpa menyembuhkan kankernya, yaitu misalnya pada penderita yang kankernya telah menyebar.

Obat sintetis yang fungsinya menyerupai LHRH (luteinizing hormone releasing hormone), semakin banyak digunakan untuk mengobati kanker prostat stadium lanjut. Contohnya adalah lupron atau zoladeks.
Obat ini menekan perangsangan testis terhadap pembentukan testosteron (hal seperti ini disebut pengebirian kimiawi karena memiliki hasil yang sama dengan pengangkatan testis).
Obat diberikan dalam bentuk suntikan, biasanya setiap 3 bulan sekali.
Efek sampingnya adalah mual dan muntah, wajah kemerahan, anemia, osteoporosis dan impotensi.

Obat lainnya yang digunakan untuk terapi hormonal adalah zat penghambat androgen (misalnya flutamid), yang berfungsi mencegah menempelnya testosteron pada sel-sel prostat.
Efek sampingnya adalah impotensi, gangguan hati, diare dan ginekomastia (pembesaran payudara).

Kemoterapi
Kemoterapi seringkali digunakan untuk mengatasi gejala kanker prostat yang kebal terhadap pengobatan hormonal.
Biasanya diberikan obat tunggal atau kombinasi beberapa obat untuk menghancurkan sel-sel kanker.

Obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengobati kanker prostat adalah:
- Mitoxantronx
- Prednisone
- Paclitaxel
- Dosetaxel
- Estramustin
- Adriamycin.
Efek sampingnya bervariasi dan tergantung kepada obat yang diberikan.

Pemantauan

Apapun jenis pengobatan yang dijalaninya, penderita akan dipantau secara ketat mengenai perkembangan penyakitnya.
Pemantauannya meliputi:
Pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar PSA (biasanya setiap 3 bulan - 1 tahun).
Skening dan/atau CT scan tulang untuk mengetahui penyebaran kanker.
Pemeriksaan darah lengkap untuk memantau tanda-tanda dan gejala anemia.
Pemantauan tanda dan gejala lainnya yang menunjukkan perkembangan penyakit (misalnya kelelahan, penurunan berat badan, nyeri yang semakin hebat, penurunan fungsi usus dan kandung kemih serta kelemahan).


sumber : medicastore.com

Kamis, 04 Maret 2010

Tak Bersunat Meningkatkan Resiko Kanker Penis

Sunat dikatakan dapat membantu mengurangi risiko seperti penyakit menular seksual. Namun ternyata tak hanya itu. Sunat juga mengurangi risiko terkena kanker penis. Dengan kata lain, para pria yang tidak sunat berisiko terkena kanker penis.

Demikian diungkap Urolog Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais Jakarta Dr Rachmat B Santoso saat dihubungi melalui telepon, Jumat (15/5). “Penyebabnya adalah infeksi kronis pada orang yang tidak cirkumsisi (sunat),” kata Rachmat. Laki-laki yang juga berisiko adalah mereka yang pernah menderita herpes genitalis.

Persoalan utamanya adalah tidak higienisnya alat kelamin laki-laki karena kepalanya tidak terbuka. Kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis tidak terjamin kalau tidak sunat.

Gejala yang dijumpai pada orang yang kena kanker penis adalah adanya luka pada penis, luka terbuka pada penis, dan merasa nyeri pada penis bahkan terjadi pendarahan dari penis. Biasanya ini terjadi pada stadium lanjut. Ciri lain adalah tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil pada penis.

Pengobatan kanker penis bervariasi, tergantung kepada lokasi dan beratnya tumor. Cara pertama adalah penektomi atau pemotongan, bisa sebagian bisa juga total. Rachmat mengilustrasikan, jika panjang penis 10 sentimeter dan yang terkena kanker hanya ujung penisnya maka yang panjang penis yang dipotong 2-3 sentimeter. “Tapi, jika yang kena kanker tiga perempat panjang penis, apa boleh buat penisnya harus dipotong habis,” katanya. Cara yang lain bisa berupa kemoterapi dan terapi penyinaran.

Rachmat mengingatkan, penyakit ini tidak boleh dianggap remeh oleh para lelaki. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, kanker penis banyak menyerang usia produktif, 30 tahun sampai 50 tahun.

Meski tidak banyak menyerang pria, dalam setahun hanya ada 2-3 orang yang datang ke RS Dharmais, Anda, para pria harus hati-hati. “Tidak signifikan memang, tetapi sangat mengganggu integritas karena menyangkut kelaki-lakian seseorang,” pungkasnya.



Mengenal Usus Buntu / Apendistis

Apendisitis adalah merupakan peradangan pada usus buntu (apendiks) atau di kalangan masyarakan dikenal dengan penyakit usus buntu.

Usus buntu merupakan penonjolan kecil yang berbentuk seperti jari, yang terdapat di usus besar, tepatnya di daerah perbatasan dengan usus halus. Apendisitis sering terjadi pada usia antara 10-30 tahun. Usus buntu sendiri mungkin memiliki beberapa fungsi pertahanan tubuh, tapi bukan merupakan organ yang penting.

PENYEBAB

Penyebab apendisitis belum sepenuhnya dimengerti.
Pada kebanyakan kasus, peradangan dan infeksi usus buntu mungkin didahului oleh adanya penyumbatan di dalam usus buntu. Bila peradangan berlanjut tanpa pengobatan, usus buntu bisa pecah.

Usus buntu yang pecah bisa menyebabkan :
- masuknya kuman usus ke dalam perut, menyebabkan peritonitis, yang bisa berakibat fatal
- terbentuknya abses
- pada wanita, indung telur dan salurannya bisa terinfeksi dan menyebabkan penyumbatan pada saluran yang bisa menyebabkan kemandulan
- masuknya kuman ke dalam pembuluh darah (septikemia), yang bisa berakibat fatal.

GEJALA

Apendisitis memiliki gejala kombinasi yang khas, yang terdiri dari mual, muntah dan nyeri yang hebat di perut kanan bagian bawah.
Nyeri bisa secara mendadak dimulai di perut sebelah atas atau di sekitar pusar, lalu timbul mual dan muntah.

Setelah beberapa jam, rasa mual hilang dan nyeri berpindah ke perut kanan bagian bawah. Jika dokter menekan daerah ini, penderita merasakan nyeri tumpul dan jika penekanan ini dilepaskan, nyeri bisa bertambah tajam.

Demam bisa mencapai 37,8-38,8 derajat Celsius.

Pada bayi dan anak-anak, nyerinya bersifat menyeluruh, di semua bagian perut.
Pada orang tua dan wanita hamil, nyerinya tidak terlalu berat dan di daerah ini nyeri tumpulnya tidak terlalu terasa.

Bila usus buntu pecah, nyeri dan demam bisa menjadi berat.
Infeksi yang bertambah buruk bisa menyebabkan syok.

DIAGNOSA

Pemeriksaan darah menunjukan jumlah sel darah putih agak meningkat, sebagai respon terhadap infeksi.

Biasanya, pada stadium awal apendisitis, pemeriksaan-pemeeriksaan seperti foto rontgen, CT scan, dan USG kurang bermanfaat.

Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan gejalanya.

PENGOBATAN

Pembedahan segera dilakukan, untuk mencegah terjadinya ruptur (peca), terbentuknya abses atau peradangan pada selaput rongga perut (peritonitis).

Pada hampir 15% pembedahan usus buntu, usus buntunya ditemukan normal. Tetapi penundaan pembedahan sampai ditemukan penyebab nyeri perutnya, dapat berakibat fatal. Usus buntu yang terinfeksi bisa pecah dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gejalanya timbul. Bahkan meskipun apendisitis bukan penyebabnya, usus buntu tetap diangkat. Lalu dokter bedah akan memeriksa perut dan mencoba menentukan penyebab nyeri yang sebenarnya.

Pembedahan yang segera dilakukan bisa mengurangi angka kematian pada apendisitis.
Penderita dapat pulang dari rumah sakit dalam waktu 2-3 hari dan penyembuhan biasanya cepat dan sempurna.

Usus buntu yang pecah, prognosisnya lebih serius. 50 tahun yang lalu, kasus yang ruptur sering berakhir fatal. Dengan pemberian antibiotik, angka kematian mendekati nol.

Waspada! 30 Penyakit Akibat Pemanasan Global

BERDASARKAN Data Organisasi Kesehatan dunia (WHO) tercatat ada sebanyak 30 penyakit baru yang muncul sepanjang tahun 1976-2008 akibat perubahan iklim dan pemanasan global.

Munculnya penyakit ini akibat temperatur suhu panas bumi yang terus meningkat. Yang paling jelas kelihatan adalah penyakit demam berdarah, kolera, diare, disusul virus ebola yang sangat mematikan. Menurut WHO, masalah kesehatan akibat pemanasan global ini lebih dirasakan oleh negara-negara berkembang yang sebagian masih miskin karena minimnya dana sehingga tak mampu lagi melaksanakan berbagai program persiapan dan tanggap darurat.

Untuk mengatasi dampak buruk perubahan iklim terhadap kesehatan manusia itu, tidak bisa dilakukan sendiri oleh masing-masing negara. Upaya itu baru akan berhasil jika dilakukan melalui kerja sama global, seperti misalnya meningkatkan pengawasan dan pengendalian penyakit-penyakit infeksi, memastikan penggunaan air tanah yang kian surut, dan mengoordinasikan tindakan kesehatan darurat.

Itu semua penting dilakukan karena perubahan iklim ini jelas-jelas akibat dari kegiatan manusia yang tak peduli terhadap keseimbangan alam, yang kemudian berimplikasi serius terhadap kesehatan publik. Selain menyebabkan gangguan kesehatan, perubahan iklim juga mengakibatkan berbagai bencana alam yang sangat besar.

Jangan ragu, ayo selamatkan bumi sekarang juga! Mulailah dari hal sederhana yang bisa Anda dan keluarga lakukan, misalnya menghemat listrik dan air, mengurangi penggunakan kantong plastik, memilah-milah sampah sesuai jenisnya, dan sebagainya.

Sumber: Okezone

Kenapa Kurang Minum Berpengaruh ke Ginjal?

Hampir setiap hari kita mendengar orang menyerukan untuk meminum air 8 gelas per hari atau setara dengan 2 liter air putih. Apa kaitannya kurang minum dengan kesehatan ginjal?

Dikutip dari Ayushveda.com, Rabu (22/7/2009) air putih dapat membantu melancarkan metabolisme dalam tubuh dengan cara mengubah makanan menjadi energi. Air berperan sebagai bahan bakar untuk mendorong reaksi kimia metabolisme. Jika tidak minum cukup air, maka tidak dapat membakar kalori secara baik.

Kurang mengkonsumsi air akan membuat tubuh mengambil air dari komponen yang lebih dekat yaitu darah. Karena kandungan air dalam darahnya diambil maka darah akan menjadi kental, sehingga distribusi darah ke seluruh tubuh akan terganggu.

Kondisi inilah yang sangat berpengaruh bagi ginjal, karena ginjal akan susah untuk menyaring racun dalam darah yang kental. Makanya banyak orang yang terkena gangguan ginjal jika kurang minum air putih.

Air putih memiliki banyak sekali manfaat, jika dikonsumsi secara tepat dalam arti tidak kurang dan juga tidak berlebihan. Manfaat air putih yang sudah jamak adalah menghilangkan dahaga, mencegah dehidrasi, dan menggantikan cairan dalam tubuh yang hilang lewat keringat, urine atau saat kita bernafas.

Selain itu air putih juga bisa berperan untuk detoksifikasi tubuh, karena banyak zat yang mudah larut dalam air, sehingga zat-zat pengganggu tersebut akan keluar dari tubuh dengan bantuan air melalui urine. Air putih juga berperan sebagai alat transportasi untuk membawa nutrisi dari sistem pencernaan ke beberapa bagian tubuh.

Secara psikologis air putih bisa membuat kita tenang, pada saat kita gugup, stres, atau terganggu, minumlah air putih secara perlahan-lahan akan dapat membuat kita tenang kembali. Meskipun belum dapat diketahui apa yang menyebabkan air putih bisa membuat kita tenang.

Jumlah air yang menurun dalam tubuh, akan membuat fungsi organ-organ tubuh kita juga akan menurun, dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, dan virus. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh.

Asupan air yang dibutuhkan tubuh sebanyak 2-2,5 liter per hari, asupan ini sudah termasuk yang berasal dari makanan, minuman, hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.

Jika berada diruang ber AC dianjurkan untuk mengkonsumsi air putih lebih banyak lagi, karena udara yang dingin akan membuat tubuh cepat dehidrasi. Selain itu meminum air putih juga bisa membuat kulit tidak cepat kering. Dan yang pasti air putih juga bisa mendorong energi agar kita tidak lemas.

Sumber: detikcom

Bahaya di Balik Minuman Soda Berlabel 'Nol Kalori'

Asupan kalori yang berlebih bisa menyebabkan berat badan bertambah. Itulah teori yang dipakai produsen minuman bersoda rendah kalori untuk menjual produknya. Tapi tahukah Anda bahwa minuman soda berlabel 'nol kalori' pun sebenarnya berbahaya?

Dengan memanfaatkan kesadaran masyarakat yang mulai memikirkan asupan kalori, produsen minuman soda pun berlomba-lomba membuat produk yang rendah kalori bahkan tidak berkalori. Itulah sebabnya, di luar sana minuman soda nol kalori sangat populer dan banyak dikonsumsi.

Sebagai perbandingan saja, 1 kaleng minuman soda biasa mengandung 143 kalori, sedangkan 1 kaleng minuman soda nol kalori hanya mengandung 1 kalori. Kedengarannya seperti menyehatkan bukan?

Tapi jika Anda cermat dan teliti melihat komposisinya di kemasan produk, terdapat perbedaan yang besar antara minuman soda biasa dan nol kalori. Minuman soda nol kalori mengandung aspartam atau pemanis buatan, sementara minuman soda bisa menggunakan gula asli.

Aspartam memiliki rasa manis 180 hingga 200 kali lebih tinggi daripada gula biasa. Dalam regulasi yang dibuat oleh Food and Drug Administration (FDA), aspartam diperbolehkan penggunaannya untuk jenis minuman penurun berat badan.

Namun ternyata beberapa studi menunjukkan efek samping yang berbahaya dari aspartam, meliputi pusing-pusing, sakit kepala, perubahan mood dan reaksi pada kulit, bahkan kalori rendah pun masih bisa meningkatkan berat badan.

Dikutip dari That's Fit, Selasa (1/9/2009), sebuah studi menyebutkan bahwa ketika seseorang mengonsumsi sesuatu yang rendah kalori, dalam otaknya akan tertanam asumsi tidak apa-apa mengonsumsinya terus-terusan karena kalorinya kecil.

Dengan demikian, nafsu makan pun akan terstimulasi dan Anda akan makan lebih banyak lagi. Mengonsumsi minuman manis juga membuat seseorang ketagihan dan ingin mengonsumsi lagi dan lagi.

Sebetulnya tidak ada soda yang sehat, meskipun itu nol kalori sekalipun. Sedikit sekali nutrisi yang terkandung di dalamnya, jadi tidak ada untungnya mengonsumsinya. Ada baiknya Anda memilih air putih, jus, teh atau minuman lain yang lebih sehat ketimbang minuman bersoda.

Sumber: detikcom

TB dan Asma Jelas Banyak Bedanya

Asma dan tuberkulosis (biasa disingkat TBC atau TB) merupakan gangguan pernapasan yang banyak diderita masyarakat Indonesia. Meski keduanya berbeda, masih banyak orang yang menyangka asma dan TB saling berkaitan. Banyaknya masalah kesehatan yang berkaitan dengan paru membuat kebanyakan orang menilai sama tiap gangguan yang timbul.

"Dari gejalanya saja sudah berbeda. Asma menyebabkan penderitanya sulit bernapas atau napasnya jadi pendek-pendek, sedangkan gejala khas TB adalah batuk yang tak kunjung berhenti dan berkeringat cukup banyak di malam hari," kata Dr. Mukhtar Ikhsan, Sp.P(K), MARS, ahli kesehatan paru dari RS Internasional Bintaro.

Penyebab dan penularan kedua penyakit ini juga berbeda. TB bisa ditularkan lewat udara yang terkontaminasi kuman Mikobakterium tuberculosis akibat ada penderita TB aktif yang melepaskan bakteri lewat batuk atau lendir yang dibuang sembarangan.

Janin juga bisa tertular TB lewat ibunya sebelum atau selama proses persalinan karena menghirup udara yang mengandung bakteri. Di beberapa negara terbelakang dan berkembang cukup banyak anak yang tertular TB karena minum susu yang tidak disterilkan.

Sementara itu, asma terjadi karena faktor keturunan, bukan ditularkan. "Bila salah satu atau kedua orangtua, kakek, atau nenek menderita asma, bisa jadi orang tersebut menderita asma juga," ujarnya.

Asma tidak menular

"Barangkali asma disangka penyakit menular karena sering ditemukan dalam satu keluarga ada lebih dari satu penderita asma. Asma adalah penyakit keturunan. Jika orangtua asma, besar kemungkinan anaknya juga asma. Tambah lagi, akibat sesak napas, pasien jadi sering batuk. Sekilas gejalanya jadi mirip TB," tutur Prof. DR. Dr. Heru Sundaru, Sp.PD, KAI, dari FKUI yang menaruh perhatian pada penyakit asma.

Ada hal menarik yang dijabarkan Prof. Heru mengenai asma. Ternyata asma bisa dihindari meski kedua orangtua mengidap asma. "Kuncinya adalah faktor lingkungan. Anak yang dititipkan atau dibesarkan kepada orang lain atau dengan lingkungan yang berbeda bisa terhindar dari serangan asma," sebutnya.

Asma biasanya hanya kambuh Jika terangsang oleh suatu zat atau benda yang menjadi pemicu, seperti debu, asap rokok, bulu binatang, asap kendaraan, kelelahan.

Hal lain yang membedakan adalah TB bisa menyerang berbagai organ lain dalam tubuh. Jadi tidak hanya jaringan paru yang diserang dan dirusak. Mulai dari tulang hingga otak bisa terinfeksi bakteri penyebab TB, sedangkan asma pada dasarnya menyerang paru saja. "Sebenarnya asma tidak merusak paru secara langsung, melainkan hanya membuat saluran udara paru membengkak karena reaksi alergi terhadap sesuatu. Akibatnya penderita susah bernapas," imbuh Dr. Mukhtar.

Sama-sama bisa balik

Karena penyebab dan gejalanya berbeda, pengobatan keduanya pun berbeda. Pada asma, pengobatan bertujuan untuk mengurangi gejala sesak. "Obat hanya untuk melegakan saluran pernapasan karena asma tidak dapat disembuhkan. Asma hanya dapat dikontrol tingkat serangannya. Obat bisa berupa semprot seperti ventolin atau diinjeksi," ujarnya.

Pada kasus TB, penderita dapat sembuh total dengan obat jenis antibiotika. Dengan catatan, si penderita mengikuti semua petunjuk ahli medis dan minum obat sampai habis. Pengobatan TB makan waktu lama. Agar penderita sembuh benar, diperlukan waktu enam hingga sembilan bulan masa terapi.

"Kendalanya, seringkali pasien merasa kondisinya sudah baik, jadi tidak melanjutkan terapi obat. Bisa juga pasien bosan minum obat. Hal itu sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kuman TB kebal terhadap obat yang pernah diberikan. Jika sudah demikian, pengobatan TB akan lebih sulit dan memakan waktu serta biaya lebih banyak lagi," paparnya.

Ada satu kesamaan antara asma dan TB, yaitu sama-sama bisa kembali kapan saja ketika penderitanya lengah. Tidak ada jaminan seseorang yang sudah sembuh dari TB akan bebas dari serangan TB selanjutnya. "Ikuti pola hidup dan pola makan yang sehat untuk mencegah kembalinya TB," katanya.

Untuk penderita asma, sebaiknya jaga kondisi tubuh jangan sampai terlalu lelah dan hindari faktor pencetus.

Yang ringan Saja

Selain mengatur pola hidup dan pola makan, olahraga sering dijadikan salah satu terapi untuk mengatasi berbagai penyakit. Orang dengan tuberkulosis (biasa disingkat TBC atau TB) atau asma juga sebaiknya tetap berolahraga.

Prinsipnya, seperti diungkapkan oleh Dr. Michael Triangto, Sp.KO, ahli olahraga dan kesehatan dari Slim + Health Sports Therapy, olahraga untuk kedua penyakit ini hampir sama, yakni disesuaikan dengan kondisi tubuh pasien. "Jika pasien mampu melakukan olahraga yang menguras energi seperti futsal dan basket, silakan saja," ujar Dr. Michael.

Ia menjelaskan, olahraga yang cocok untuk penderita asma dan TB yang sudah parah dan mengalami gangguan napas cukup parah adalah yang sifatnya aerobik. Olahraga jenis aerobik merupakan aktivitas fisik yang menggunakan oksigen sebagai sumber energi dan dilakukan dengan gerakan yang seimbang dan berulang, misalnya jalan cepat.

"Olahraga jenis aerobik juga terbukti bisa mengoptimalkan kerja organ tubuh, utamanya paru," ucapnya.

Durasi atau berapa lama aktivitas fisik ini juga bergantung pada kondisi pasien. Tidak harus setiap hari. Cukup tiga sampai lima kali seminggu dengan durasi 30 menit.

Jika kurang nyaman untuk berjalan kaki di lingkungan rumah, cobalah beraktivitas aerobik ringan di tempat kebugaran. "Misalnya yoga dan pilates untuk pemula ataupun berjalan di atas treadmill. Sebelum olahraga, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan ahlinya," katanya.

Olahraga bagi pengidap TB harus lebih ringan daripada pengidap asma. Alasannya, penderita TB sudah mengalami kerusakan jaringan pada paru-paru. "Jaringan paru penderita TB sudah banyak yang tidak sehat. Otomatis asupan oksigen pun berkurang. Kalau asupan oksigen berkurang, pasien bisa cepat ngos-ngosan ketika beraktivitas. Harusnya olahraga 'kan bikin sehat, bukan menyiksa diri. Karena itu, olahraga yang dilakukan haruslah ringan dan bertujuan untuk mengoptimalkan asupan oksigen yang seadanya tersebut untuk seluruh tubuh," paparnya.

Kondisinya berbeda dengan penderita asma yang "hanya" mengalami penyempitan pada saluran pernapasan. Itupun hanya ketika kambuh, tidak setiap saat.

Wajib Pantang Rokok

Banyak masalah paru yang disebabkan rokok, termasuk tuberkulosis (biasa disingkat TBC atau TB) dan asma. Perokok yang mengidap asma terbukti lebih sering mengalami kekambuhan. Rokok menyebabkan iritasi pada saluran udara dan dipenuhi lendir, sehingga serangan asma lebih sering terjadi dan lebih sulit dikontrol meskipun dengan obat-obatan. Risiko kerusakan paru juga mengintai pengidap asma yang merokok.

Bagaimana dengan TB?

Masih banyak perokok yang menyangkal kaitan rokok dengan TB. Memang jawabannya tidak selalu benar, tapi banyak penelitian yang membuktikan hal itu.

Penelitian oleh Hsien-Ho Lin dari Harvard School of Public Health, Amerika Serikat, membuktikan hubungan antara kebiasaan merokok dengan risiko infeksi dan kematian akibat TB. Dari seratus orang yang diteliti, ditemukan yang merokok tembakau dan menderita TB sebanyak 33 orang dan perokok pasif yang menderita TB sebanyak lima orang.

Penelitian lain yang dilakukan di Afrika Selatan menunjukkan kaitan antara perokok pasif dan meningkatnya risiko penularan mikrobakterium tuberkulosis. Di AS, orang yang telah merokok 20 tahun atau lebih ternyata 2,6 kali lebih sering menderita TB daripada yang tidak merokok. Kebiasaan merokok juga meningkatkan mortalitas akibat TB sebesar 2,8 kali.

Indonesia belum memiliki data pasti mengenai hal itu. Semestinya angkanya besar, mengingat Indonesia menduduki peringkat tiga untuk jumlah perokok di dunia setelah India dan Cina.

"Meski demikian, tidak ada tindakan tegas dari pemerintah untuk melarang perokok. Memang ada undang-undang yang melarang merokok di tempat umum, tapi pelaksanaannya tidak tegas. Bea cukai yang rendah makin membuat rokok mudah diakses siapa saja," kata Prof. Dr. Faisal Yunus, Sp.P(K), FCCP, Ph.D, ahli penyakit paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta.

Sifat masyarakat Indonesia juga masih malu terhadap perokok. Ia mencontohkan dalam sebuah bus kota sering dijumpai perokok yang cuek mengisap rokok meskipun banyak orang di sekitarnya tidak suka.

"Harusnya kelompok yang lebih besar itu bisa menang melawan seorang perokok. Kita sering malu menegur. Tegur saja, tak usah ragu atau malu. Kita ada di pihak yang benar kok, kan ada aturan pemerintahnya. Kalau pemerintah belum bisa memberi tindakan tegas, kita saja yang bertindak tegas terhadap Perokok," katanya.

Sumber: Senior

Selasa, 02 Maret 2010

Pegagan : Dari Penumpas TBC Sampai Peningkat Daya Ingat

Penulis : Dra. Lucie Widowati, M.Si.Apt; peneliti pada Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional, Jakarta. 

Seorang teman bercerita, betapa frustrasinya ia menumpas tuberkulosis (TB) paru-paru. Digempur pakai obat-obatan medis, si penyakit tetap saja eksis. Ia juga panik, karena katanya, bakteri TB bisa kebal terhadap gempuran obat yang diracik apotik. Untunglah, saat nyaris frustrasi, ia “menemukan” pegagan dan kawan-kawan. 

Menjalani “takdir” sebagai penderita TB paru-paru memang tak gampang. Jika tidak ulet, alih-alih sembuh, pasien bisa mati bosan. Maklum, proses penyembuhan TB, selain cukup sulit, juga makan waktu lama, berkisar 3 - 6 bulan. Itu pun dengan catatan, pasien berdisiplin minum obat dan rajin memeriksakan diri ke dokter.

Lamanya pengobatan itulah - apalagi jika disertai kendala biaya - yang kerap menyebabkan pasien frustrasi. Ya frustrasi minum obat, ya bosan menanggung derita. Padahal, disiplin minum obat menjadi faktor penentu dalam proses penyembuhan. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan bakteri TB resisten terhadap beragam obat konvensional, termasuk obat kombinasi.

Dengan kata lain, pasien TB sebenarnya dilarang keras menoleransi kata bosan, apalagi sampai putus asa. Itu sebabnya, buat teman tadi, perjumpaan dengan pegagan dan kawan sejawatnya menjadi sangat berarti. Paling tidak, ia merasa tak “sendiri” lagi menghadapi tuberkulosis. Ketika banyak sanak saudara dan handai taulan menjauh lantaran takut tertular, pegagan dan kawan-kawan menjadi teman paling setia.

Yang paling penting, harga mereka murah dan tak membuat kantung cekak jika dikonsumsi dalam kurun waktu lama.

Mematikan dan bikin bosan

Tuberkulosis pertama kali diketahui keberadaannya tahun 1882 oleh ahli bakteri Jerman, Robert Koch. TB tergolong penyakit menahun nan mematikan.

Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (KRT, 1995), sebagai penyebab kematian secara umum, TB menduduki peringkat ketiga setelah penyakit kardiovaskuler dan infeksi saluran napas. Namun, khusus di kelas penyakit infeksi, ia ada di posisi nomor satu.

TB umumnya dipicu oleh perumahan yang kurang sehat, terutama di tempat yang memiliki tingkat hunian sangat padat. Bisa juga lantaran makanan yang disantap kurang bergizi, serta kurangnya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan. TB ditandai oleh hadirnya bakteri tahan asam bernama mikobakteria tuberkulosis yang memiliki sifat rada beda dari kuman lain pada paru-paru.

Sifat-sifat berbeda itu di antaranya cepat mati bila terkena sinar Matahari, cepat mati jika berada dalam air mendidih, dan akan mati setelah 24 jam terkena cairan karbol 5%. Namun sebaliknya, basil tuberkulosis dapat hidup berminggu-minggu dalam ludah, di tempat yang sejuk, dan berbulan-bulan di tempat yang gelap. Ia juga dapat dengan mudah menular lewat hidung atau mulut.

Penderita TB paru-paru, seperti yang terjadi pada teman tadi, merasa badannya lemah dan nafsu makan berkurang. Timbul batuk yang kadang disertai darah (awalnya cuma sedikit), muka pucat dan berat badan terus berkurang, serta suhu badan naik terutama pada petang dan malam hari. Selain itu, pada malam hari penderita sering mengeluarkan keringat, kadang suaranya berubah menjadi parau atau serak.

Dengan suara parau, teman tadi terus bercerita, termasuk pertemuannya dengan seorang kawan lain yang membawa pencerahan. Kata teman sang teman, mengandalkan obat-obat medis memang tidak salah, tapi melengkapinya dengan meminum air rebusan tumbuhan berkhasiat layak dicoba. “Kalau Tuhan mengizinkan, bisa sembuh lebih cepat,” jelasnya.

Sejak itu, asa teman tadi tumbuh kembali. Ia mencoba mencari tahu, beragam tanaman obat yang telah diteliti oleh berbagai institusi penelitian maupun perguruan tinggi di Indonesia. Ia mendapati, ternyata cukup banyak tanaman obat yang secara empiris telah dikenal masyarakat. Beberapa tumbuhan yang sempat tercatat, antara lain pegagan, singawalang, bunga tembelekan, dan bumbu tali.

Menghambat & menghancurkan

Pegagan atau nama kerennya Centella asiatica itu tumbuhan liar yang ada di dataran rendah, sampai sekitar 2.500 m di atas permukaan air laut.

Secara empiris, biasa digunakan sebagai tonik, antiinfeksi, antirematik, penenang, mempercepat penyembuhan luka, dan diuretik. Berbagai penelitian telah dilakukan guna mendukung manfaat empirisnya.

Misalnya, penelitian yang merujuk pegagan sebagai antiinflamasi, antioksidan, antitumor, atau untuk meningkatkan daya ingat (susunan saraf pusat), eksem (luka terbuka), dan hepatitis. Hal itu berkaitan dengan kandungan senyawa yang dimiliki pegagan, yaitu asiaticiside, thankuniside, medecassoside, brahmoside, brahminoside, madastic acid, vitamin B1, B2, dan B6.

Penduduk asli India dan Malaysia konon suka menanam dan menyimpan pegagan dalam bentuk ready stock, agar siap digunakan sewaktu-waktu. Oleh warga dua bangsa itu pegagan lazim disimpan dalam bentuk kering untuk mengobati beragam penyakit. Terkadang mereka juga membuat jus daun segar, yang diminum untuk menghilangkan pusing ringan.

Dari berbagai penelitian in vitro terhadap pegagan menemukan kemampuannya menghancurkan berbagai bakteri penyebab infeksi, seperti Staphylococcus aureus, Escherechia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, dan sejenisnya. Sementara dalam bentuk infus atau ekstrak etanol, tumbuhan ini dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Laorpuksa A. dan kawan-kawan dalam penelitian pada 1988 membuktikan, estrak air pegagan dapat melawan bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran napas. Sementara Herbert D. dan kawan-kawan dari Tuberculosis Research Center di India mencoba efek pegagan pada bakteri tuberkulosis H37Rv secara in vitro. Hasilnya, pegagan tidak langsung berefek pada bakteri tuberkulosis. Namun, Herbert menyarankan penelitian lebih lanjut terhadap senyawa aktif asiaticoside.

Feeling Herbert terbukti benar. Berdasarkan penelitian lanjutan, senyawa aktif pegagan itu ternyata dapat melawan Mycobakterium tuberculosis dan Bacillus leprae (Oliver-Bever, 1986). Penelitian berikutnya yang dilakukan Walter H. Lewis juga menyatakan, pegagan termasuk kelompok tanaman yang menghasilkan zat seperti antibiotika dan asiaticoside.

Keampuhan pegagan juga telah diuji coba oleh Boeteau P. dan kawan-kawan, yang menginokulasi binatang percobaan marmut dengan bakteri basilus tuberkulosis selama 15 hari. Injeksi 0,5 ml 4% asiaticoside yang diberikan pada marmut, terbukti dapat mengurangi jumlah lesi tuberkular di paru-paru, hati, dan limpa. Senyawa asiaticoside membuat pegagan tak hanya dapat menghambat pertumbuhan bakteri tuberkulosis, tapi juga berpotensi sebagai imunomodulator - peningkat daya tahan tubuh.

Secara empiris, pemanfaatan pegagan untuk membasmi tuberkulosis paru-paru dapat dilakukan dengan berpedoman pada resep berikut. Cuci 30 - 60 g pegagan segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, dan diminum 3 kali sehari. Untuk TB kulit, lumatkan pegagan, kemudian tempelkan pada bagian yang sakit. Kajian etnobotani di Bogor.

Masih ada sejawat pegagan yang bermanfaat serupa. Singawalang (Pertiveria alliacea), menurut R. Indra Pandu Gunawan, yang melakukan kajian etnobotani di salah satu kampung di Bogor, Jawa Barat, juga dapat digunakan untuk mengobati tuberkulosis. Kesimpulan itu diambilnya setelah masyarakat di kampung yang diteliti itu sukses menggunakan singawalang untuk mengobati batuk darah akibat TB.

Weniger B. pada 1988 pun menyatakan, masyarakat Haiti, Republik Dominika, telah sejak lama memanfaatkan tanaman ini untuk mengobati radang paru-paru. Singawalang sendiri merupakan tanaman berbentuk semak, tingginya bisa mencapai 1 m. Secara empiris, singawalang sering digunakan untuk peluruh kencing, peluruh dahak, peluruh keringat, dan pereda kekejangan.

Penelitian in vitro memang menunjukkan, singawalang mampu melawan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Namun, penelitian langsung pada bakteri tuberkulosis belum dilakukan. Dosis pemanfaatan singawalang: 5 lembar daun yang telah dicuci bersih ditumbuk sampai halus. Hasil tumbukan diseduh dengan air panas, dibubuhi garam dan gula merah secukupnya. Aduk sampai larut, saring dan minum setelah dingin. Frekuensi meminumnya dua kali sehari.

Masih ada lagi yang namanya bunga tembelekan (Lantana camara). Tumbuhan ini dapat hidup secara liar atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Perdu setinggi 0,5 - 4 m dan berbau ini secara empiris berkhasiat meredakan demam, penawar racun, penghilang nyeri, dan penghenti perdarahan. Ia tumbuh di dataran rendah sampai 1.700 m di atas permukaan laut.

Untuk melawan tuberkulosis paru-paru dengan batuk darah, digunakan bunga tembelekan kering sebanyak 6 - 10 g, direbus dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa separuh. Setelah dingin, air rebusan itu disaring, dibagi untuk 3 kali minum (pagi hari, siang, dan sore) masing-masing setengah gelas.

Jangan lupakan juga tanaman bambu tali (Asparagus cochinchinensis). Tumbuhan asal Cina, Jepang, dan Korea itu tingginya dapat mencapai 1,5 m. Daunnya berwarna hijau, berbentuk helai panjang, runcing, dan halus. Bagian yang digunakan untuk obat adalah umbinya. Untuk mengatasi penyakit tuberkulosis yang disertai batuk darah, digunakan 6 - 12 g umbi kering bambu tali, direbus dalam 1,5 gelas air. Air rebusannya diminum dalam keadaan hangat dua kali sehari, sampai penyakit sembuh.

Obat “hati”

Kalau mau digali lagi, sebenarnya masih banyak tumbuhan - berdasarkan pengalaman empiris nenek moyang - dipercaya dapat digunakan untuk memerangi TB.

Salah satunya daun legundi (Vitex negundo L). Untuk menggunakannya, 3/5 genggam daunnya dicuci, lalu direbus dengan air bersih sebanyak 3 gelas makan, sampai air rebusannya tinggal 3/4 gelas saja. Sesudah dingin, disaring lalu diminum dengan madu seperlunya. Frekuensi minumnya 3 kali sehari.

Ada lagi serbuk biji pronojiwo (Euhrseta horfieldii Benn). Untuk pengobatan diperlukan 3/4 sendok teh serbuk biji pronojiwo, diseduh dengan air panas sebayak 1/2 cangkir dan madu 1 sendok makan. Dalam keadaan suam-suam kuku, ramuan diminum 3 kali sehari. Atau bunga kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis L). Ramuannya, 3 kuntum bunga kembang sepatu dicuci bersih, lalu digiling halus, diberi air masak 1/2 cangkir dan madu 1 sendok makan, kemudian diperas dan disaring. Ramuan diminum tiga kali sehari.

Bisa juga dicoba bidara upas (Merremia mammosa). Ambilah 1/3 jari bidara, dicuci bersih lalu diparut, diberi air masak 1 sendok makan dan madu 2 sendok teh, diperas dan disaring. Obat alami ini diminum tiga kali sehari.

Terakhir, daun gandapura (Gaultheria fragrantissima). Diperlukan 1 sendok makan serbuk kering daun gandapura. Bahan itu diseduh dengan air panas 3/4 cangkir dan madu 1 sendok makan. Seduhan diminum dalam keadaan suam-suam kuku. Frekuensinya 3 kali sehari.

Melihat begitu banyaknya alternatif, teman saya jelas makin girang. Kini ia tidak hanya lebih optimistis menyikapi hidup, tapi juga lebih telaten merawat tanaman-tanamannya, terutama tanaman pegagan dan kawan-kawan. Buat sang teman, mereka bukan hanya andalan baru untuk mengusir TB paru-paru, tapi juga mengisi sepi dan mengusir frustrasi.

Catatan :

Satu Tanaman Lain Sebutan Pegagan dikenal juga sebagai daun kaki kuda (Jakarta), antanan gede (Sunda), kori-kori (Halmahera), kolotidi menora (Ternate), gagan-gagan, gangagan, kerok batok, pantegowang, panigowang, rendeng (Jawa).

Nama lain bunga tembelekan adalah bunga pagar atau kayu Singapura. Di Sunda kerap disebut kembang satek, saliyara, tai ayam atau tai kotok. Sedangkan di Jawa kadang disebut oblo, puyengan, pecengan, atau waung.

Bambu tali atau bambu apus suka juga disebut awi tali (Sunda), deling apus, deling tangsul, jajang pring (Jawa) atau tiing tali, tiing tlantan (Bali). Tumbuhan lainnya, legundi, punya nama alias gendarasi (Palembang) atau langgundi (Minangkabau). Sedangkan bidara upas kerap disebut blanar (Jawa) atau hailale (Ambon).

Selasa, 16 Februari 2010

Fakta Tentang Susu

Lemak susu tidak membahayakan tubuh. Hanya 35 persen yang diduga menaikkan kolesterol. Sebesar 65 persen tidak memiliki efek buruk pada kesehatan seperti asam lemak inoleat terkonjugasi pada lemak susu berfungsi menghambat pembentukan tumor, menurunkan beberapa resiko degeneratif dan kronis (kanker, hipertensi, diabetes) dan meningkatkan sistem pertahan tubuh. Sedangkan asam butirat pada lemak susu memiliki daya cerna tinggi dan sebagai anti kanker usus besar dan mendukung pertumbuhan bakter baik (prebioti) yang sumber utamanya adalah lemak susu.

Fesfolipid yang terdapat dalam susu terdiri dari, diantaranya, fosfatidil kolin (lesitin) dan sphingomyelin, fosfatidil inositol dan fosfatidil serin, yang berfungsi sebagai pelindung mukosa usus terhadap bakteri patogen. Fosfolipid ini merupakan bagian terbesar penyusun otak, jaringan saraf, hati, otot, jantung dan sperma berfungsi sebagai antikanker.

Dalam susu terdapat kolesterl sebanyak 13 mg/100 ml (dalam ASI sebanyak 10-140 mg/100 ml). Kolesterol ini sebagai prekursor pembentukan asam empedu, hormon steroid, vitamin D dan otak serta berperan penting dalam sintesis DNA dan pembelahan sel.

Sedangkan arachidonic acid (AA) pada susu adalah prekursor dan asam lemak utama eicosanoid. Docoso hexaenoic acid (DHA) sebagai pembentuk membran dalam proses myekinisasi sistem saraf dan lipida utama dalam otak. AA dan DHA ini berfungsi memelihara fungsi sel-sel otak dalam pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf pusat dan sintesis prostaglandin.

Gula susu yaitu laktosa memiliki energi 2 kali besar daripada monosakarida dan meningkatkan daya cerna kalsium.

Sulit Tidur Tanda Awal Depresi

Derap kesibukan di kota besar, serba cepat, cenderung tidak mengenal waktu dan sangat kompleks serta padat membuat orang-orang di kota besar cenderung lebih rawan mengalami gangguan depresi, apalagi jika dibandingkan dengan kehidupan orang di desa.

Parahnya lagi adalah gangguan kejiwaan yang satu ini berkaitan dengan ketahanan seseorang terhadap stres. Sementara, orang dari daerah yang pindah ke kota -untuk sekolah atau bekerja- harus pintar-pintar menyesuaikan diri. Masa adaptasinya tiga bulan. Jika dalam jangka waktu tersebut sukses hidup di perkotaan tanpa kehilangan jati dirinya, ke depan dia akan mudah menjalani hidup di kota besar.

Sementara, ada beragam gejala depresi. Tahap ringan umumnya ditunjukkan dengan susah tidur dan malas makan. Selain itu, orang yang biasanya mudah bergaul menjadi pendiam. Sehingga, dia suka mengurung diri atau mengisolasi diri. Bisa juga menjadi anhedonia (kehilangan minat). Sedangkan tahap sedang terjadi saat pengidap depresi mulai ada keinginannya untuk mengakhiri hidupnya. Tahap berat terjadi jika seseorang mulai memikirkan cara dan sarana untuk melakukan bunuh diri. Berhati-hatilah, perhatikan diri Anda!

Jika seseorang mulai menceritakan rencana untuk bunuh diri, maka sebaiknya orang sekitar harus tanggap. Kalau sudah begitu, kerabat atau sahabat berusaha mengarahkan orang itu untuk berpikiran positif. Kalau tidak mampu, harus diajak untuk konsultasi ke psikolog atau psikiater.

Ada beberapa solusi mencegah depresi memberat. Jika jenuh dengan lingkungan kerja, tak ada salahnya beristirahat atau cuti. Mungkin, perlu wisata ke tempat favorit bersama keluarga atau teman. Jika depresi karena kedodoran dengan ritme kerja, solusinya membuat jadwal secara sistematis. Kalau terjadwal dengan baik, hidup lebih teratur dan enak. Yang tak kalah penting adalah selalu berpikiran positif. Itu dilihat dari sisi mental. Kalau dari sisi fisik, cukupi nutrisi.

Apalagi, hampir semua makanan antidepresi rasanya enak. Antara lain, cokelat, es krim, susu hangat, teh chamomile, pisang, avokad, kismis, dan sayuran hijau yang segar.

Ada banyak sekali zat yang terkandung dalam cokelat. Salah satunya, merangsang keluarnya endorpin. Endorpin meningkatkan rasa gembira dan mengurangi stres. Kalsium dan magnesium yang terkandung dalam es krim, kismis, avokad, pisang, dan susu juga menguntungkan. Efeknya, menenangkan, mengurangi ketegangan otot, menurunkan tekanan darah, memperbaiki tidur, dan relaksasi.

Sayuran hijau kaya vitamin B. Vitamin ini adalah elemen yang membantu pembuatan hormon penenang seperti serotonin dan dopamin. Kekurangan vitamin B6 membuat orang mudah nervous, lekas marah, bahkan depresi.

Kamis, 11 Februari 2010

RAMUAN HERBAL UNTUK PENYAKIT GANGGUAN NAFSU MAKAN

1. Ramuan I


Bahan-bahan

Seperempat genggam bunga pepaya gantung, setengah jari rimpang lempuyang gajah, tiga biji kapulaga, setengah jari rimpang jahe, tiga batang cabai jawa, satu jari akar kelengkeng, dan tiga gula aren. 


Cara membuat

Semua bahan kecuali gula aren dicuci lalu direbus dalam empat gelas air sampai mendidih dan airnya tersisa tiga gelas. Setelah dingin, air rebusannya disaring.


Cara memakai

Ramuan ini diminum tiga kali sehari dengan dosis setengah gelas sekali minum.


2. Ramuan II


Bahan-bahan

Satu genggam daun pepaya muda yang masih segar dan satu sendok makan madu.


Cara membuat

Daun pepaya muda dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Hasilnya dimasukkan ke dalam satu gelas air matang yang hangat lalu ditambahkan madu. Setelah itu, diperas dan disaring. 


Cara memakai

Ramuan ini diminum tiga kali sehari dengan dosis setengah gelas sekali minum.


3. Ramuan III


Bahan-bahan

Satu batang brotowali dan setengah jari temu hitam.


Cara membuat

Kedua bahan dicuci bersih lalu direbus dalam tiga gelas air hingga tersisa satu setengah gelas.


Cara memakai

Ramuan ini diminum dua kali sehari dengan dosis setengah gelas sekali minum.


4. Ramuan IV


Bahan-bahan

Setengah jari rimpang jahe merah, tiga perempat genggam bunga pepaya, seperempat genggam daun samjikata, tiga perempat rimpang lempuyang, tiga buah kapulaga, tiga batang cabai jawa, satu jari akar kelengkeng, dan tiga jari gula aren. 


Cara membuat 

Semua bahan dicuci bersih kecuali gula aren. Setelah itu, semua bahan ditumbuk halus, kemudian direbus dalam empat gelas air hingga tersisa tiga gelas. Setelah dingin, rebusan ini disaring.


Cara memakai

Hasil saringan dijadikan obat dan diminumkan kepada penderita tiga kali sehari, sebanyak tiga perempat gelas setiap kali minum.

Senin, 08 Februari 2010

KHASIAT KANGKUNG

Berikut ini beberapa kegunaan kangkung (Ipomoea sp.) dalam pengobatan alternative

1. Wasir

Ambil akar kangkung sebanyak 3 gengam, cuci, lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tinggal separonya. Saring setelah dingin dan minum 2 kali sehari, masing-masing ¾ gelas.

2. Bisul

Cuci 20 lembar daun kangkung, lalu masukan. beri air garam secukupnya. kompreskan pada bisul, lalu balut. lakukan 2 kali sehari.

3. Cacar Air

Sediakan ½ genggam akar kangkung yang dicuci bersih dan 2 gelas air. Masukkan akar kangkung kedalam air, lalu rebus hingga airnya tersisa ¾ bagian. Setelah dingin air disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing ¾ gelas.

4. Frambusia (Patek/Paru)

Penyakit yang menyerang kulit ini dinamakan frambusia karena bentuk dari segala yang ditimbulkan mirip dengan buah frambos. Penyakit yang banyak terjadi ditempat-tempat yang sukar mendapatkan air bersih ini mudah menular. Untuk mengobatinya, sediakan ¾ akar kangkung, cuci bersih, lalu rebus dengan air sebanyak 3 gelas. Biarkan mendidih dan airnya tinggal ¾ bagian. Setelah dingin, saring, lalu minum 3 kali sehari masing-masing ¾ gelas.

5. Ketombe

Ambil daun kangkung segar secukupnya, lalu rendam dalam air semalam hingga airnya tampak kebiruan. Bisa juga kangkung diremas-remas terlebih dahulu sebelum direndam. air inilah yang digunakan untuk keramas keesok harinya.

6. Melancarkan Air Seni.

Siapkan 1 genggam akar kangkung, cuci bersih, dan rebus dalam 2 gelas air. Biarkan mendidih dan airnya tinggal separuhnya. Jika sudah dingin disaring, lalu diminum sekaligus 1 kali sehari

7. Mengurangi Haid.

Ambil 500 gram daun kangkung segar, beri sedikit air, lalu gerus sampai halus. Setelah itu saring dan tambahkan 1sdm madu. Minum ramuan tersebut 1 kali sehari dan ulangi salama 6 hari atau sampai sembuh.

8. Mimisan.

Ambil 1 ikat kecil daun kangkung segar, cuci bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit gula, lalu seduh dengan air panas. Jika sudah dingin, saring, dan minum 2 kali sehari.

9. Pusing Sebelah.

Sediakan segenggam daun kangkung, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan air secukupnya dan sedikit garam, lalu saring dan tambahkan madu. Ramuan tersebut diminum 1 kali sehari.

10. Sakit Gigi 

Dapatkan 1 genggam akar kangkung, lalu tambahkan ½ sdt cuka. Rebus dengan 1 gelas air. Setelah dingin, saring dan gunakan airnya untuk kumur.

11. Sariawan

Daun kangkung secukupnya dicuci, dilumatkan, dan ditambah 1 gelas air dan sedikit garam. Selanjutnya, diperas dan disaring, dan airnya digunakan untuk kumur.

12. Sembelit

Ambil ½ genggam daun kangkung segar, cuci bersih, lalu kukus sebentar. Daun kangkung kukus ini dapat langsung dimakan sebagai kuluban. Lakukan 2 kali sehari.

13. Susah Tidur

Sediakan 1 genggam batang dan daun kangkung, lalu tumis. Tumisan kangkung dapat dimakan bersama-sama dengan nasi. Lakukan 2 kali sehari.

14. Urat Saraf Lemah (Neurasthenia)

Siapkan 1/3 genggam daun kangkung, 1/4 genggam batang kangkung dan ¼ genggam akar kangkung setelah dicuci, semua bahan ditumbuk sampai halus. Tambahkan ½ cangkir air masak dan 1 sdm madu. Saring dan air perasannya diminum. lakukan 3 kali sehari.

Sabtu, 06 Februari 2010

mengenal TBC

Apa itu Tuberculosis ?

Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri “Mycobacterium tuberculosis “. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Kuman ini dapat menyerang semua bagian tubuh manusia, dan yang paling sering terkena adalah organ paru (90%). Di Indonesia, TBC adalah penyebab kematian ke-2 setelah penyakit jantung dan pembuluh darah lainnya. Selain dari itu Indonesia adalah negara ke-3 di dunia yang mempunyai penderita TBC terbanyak setelah Cina dan India. TBC banyak terdapat di kalangan penduduk dengan kondisi sosial ekonomi rendah dan menyerang golongan usia produktif (15-54 tahun). Sekitar 3/4 pasien TBC adalah golongan usia produktif. TBC membunuh lebih banyak kaum muda dan wanita dibandingkan dengan penyakit menular lainnya. Di seluruh dunia terdapat sekitar 2-3 juta orang meninggal akibat TBC setiap tahunnya. Sesungguhnya kematian akibat TBC dapat dihindari. Setiap tahun sebesar 1% dari seluruh penduduk dunia sudah tertular oleh kuman TBC (walaupun belum terjangkit oleh penyakitnya).

Bagaimana TBC menular? 

TBC menular melalui udara apabila orang yang membawa TBC dalam paru-paru atau tenggorokan batuk, bersin, atau berbicara, lalu kuman dilepaskan ke udara. Apabila orang lain menghirup kuman ini mereka mungkin terinfeksi. TBC dapat menular ke semua orang dan yang menularkan adalah mereka yang di dalam dahaknya terdapat kuman TBC. Kebanyakan orang mendapat kuman TBC dari orang yang sering berada dekat dengan mereka, seperti anggota keluarga, teman, atau rekan sekerja. Pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. TBC tidak menular melalui barang dan peralatan rumah, misalnya sendok garpu, periuk, gelas, seprai, pakaian atau telepon, jadi tidak diperlukan barang dan peralatan baru untuk kegunaan sendiri.

Apakah “infeksi TBC”?

Infeksi TBC berarti bahwa kuman TBC berada dalam tubuh meskipun tidak aktif. Seringkali, setelah kuman TBC memasuki badan, kekebalan tubuh mengontrol kuman tersebut. Namun, kuman ini masih hidup dalam tubuh bertahun-tahun lamanya dalam bentuk tidak aktif. Sewaktu kuman TBC tidak aktif, kerusakan tidak timbul, dan penyakit tidak dapat ditularkan kepada orang lain. Orang demikian “terinfeksi“, meskipun tidak sakit. Bagi kebanyakan orang (90%) kuman ini akan tetap tidak aktif. Satu-satu caranya seseorang dapat mengetahui apakah telah terinfeksi adalah jika ada hasil positif untuk tes kulit khusus.

Kapan “infeksi” menjadi “penyakit” ?

Mungkin juga, kuman TBC tidak aktif berubah menjadi aktif kendati setelah bertahun-tahun. Hal ini sering terjadi apabila kekebalan tubuh dilemahkan, akibat usia lanjut, penyakit parah, peristiwa yang menimbulkan stres, penyalahgunaan narkotik atau alkohol, infeksi HIV (virus yang menyebabkan penyakit AIDS) atau penyakit-penyakit lain. Apabila kuman TBC yang tidak aktif berubah menjadi aktif, kuman tersebut berkembang biak dan mungkin merusakkan paru-paru atau bagian tubuh yang lain. Jika kuman TBC menjadi aktif, penyakit TBC bisa timbul. Hanya sekitar 10% orang yang terinfeksi dengan kuman TBC akan mendapat penyakit TBC.

Gejala Penyakit TBC

Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik.

Gejala sistemik/umum:
Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. 
Penurunan nafsu makan dan berat badan. 
Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah). 
Perasaan tidak enak, mudah lelah. 

Gejala khusus:
Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara “mengi”, suara nafas melemah yang disertai sesak. 
Jika ada cairan di rongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada. 
Jika mengenai tulang, akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah. 
Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran, dan kejang-kejang. 

Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala, TBC dapat terdeteksi jika diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan–5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.

Tes-tes yang biasa dilakukan untuk TBC:
Tes Kulit Tuberkulin (Tes Mantoux) menunjukkan apakah seseorang mungkin terinfeksi.
Rontgen X-ray dada dapat menunjukkan apakah ada kesan-kesan TBC pada paru-paru.
Tes dahak menunjukkan apakah ada kuman TBC dalam dahak yang dibatukkan.

Apa saja yang harus diperiksa untuk penyakit TBC?
Anamnesis (riwayat penyakit, keluhan) dan pemeriksaan klinis
Tes Mantoux untuk mengetahui apakah pernah terinfeksi atau belum (terutama pada anak-anak)
Pemeriksaan sputum atau dahak mikroskopik dan biakan
Pemeriksaan foto rontgen paru
Pemeriksaan laju endap darah
Uji Tuberkulin

Pengobatan TBC
Minum obat dengan teratur dan benar sesuai dengan anjuran dokter selama 6 bulan berturut-turut tanpa terputus. Jenis, jumlah, dan dosis obat yang cukup serta teratur dalam menjalankan proses pengobatan.Bila minum obat tidak teratur maka dapat berakibat kuman TBC tidak mati, tumbuh resistensi obat, kuman menjadi kebal sehingga penyakit TBC sulit sembuh.
Makan makanan yang baik dengan gizi yang seimbang
Istirahat yang cukup
Berhenti merokok, hindari minum minuman beralkohol, dan obat bius
Anggota keluarga ikut aktif dalam memperhatikan si penderita dalam meminum obatnya secara teratur dan benar
Dianjurkan meminum obat dalam keadaan perut kosong (pagi)

Mengapa harus melakukan pemeriksaan rutin?

Pemeriksaan rutin harus dilakukan bagi penderita penyakit TBC, agar dapat memantau kemajuan pengobatan, mengetahui ada atau tidak adanya efek samping obat, memeriksa kesehatan, dan memberikan informasi yang diperlukan.

Bagaimana cara pencegahan penyakit TBC?
Minum obat secara teratur sampai selesai 
Menutup mulut waktu bersin atau batuk 
Tidak meludah di sembarang tempat 
Meludah di tempat yang kena sinar matahari atau di tempat yang diisi sabun atau karbol/lisol

Untuk keluarga:
Jemur tempat tidur bekas penderita secara teratur 
Buka jendela lebar-lebar agar udara segar & sinar matahari dapat masuk sebab kuman TBC akan mati bila terkena sin
ar matahari
Imunisasi pada bayi
Meningkatkan daya tahan tubuh dengan makanan bergiziTBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan, untuk mencapai hal tersebut penderita dituntut untuk minum obat secara benar sesuai yang dianjurkan oleh dokter serta teratur untuk memeriksakan diri ke klinik/puskesmas.

Apakah TBC dapat kambuh kembali ?

Anda dapat terkena TBC kembali bahkan setelah dinyatakan sembuh. Hal ini dapat terjadi bila kontak dengan penderita TBC lainnya masih ada, dan kondisi fisik serta lingkungan anda mendukung penyebaran penyakit.